Ketika Menunggu Tak Berarti Menanti

Yang kauributkan hanya berapa lama waktu yang kauhabiskan.

Yang kausibukkan hanya menyiapkan peralatan perang melawan waktu.

Yang kautanyakan, apa yang akan kaudapatkan di ujung penantian.

Buka matamu lebar-lebar!

Lihat ke hatimu lebih dalam!

Yang kautunggu sudah lebih dulu mencium hidungmu.

injkt_pw201013 027.1

*Stasiun Manggarai, 20 Oktober 2013

*Canon EOS 550D

 

Advertisements

can you hear me?

Seharian saya fokus dan konsentrasi menyelesaikan koreksi dari proofreader saya agar naskah bisa turun cetak minggu ini.
Setelah mendapat hasil koreksi dari setter pada Rabu sore kemarin, saya baru sempat memeriksa kembali pada pagi ini.
Saking fokusnya saya tidak sempat memantau pergerakan Baby Mo dalam perut saya..

Ya, beberapa hari yang lalu saya memang sudah bisa merasakan Baby Mo bergerak dalam rahim saya.
Tepat pada usia kandungan 20 minggu.
MasyaAllah, lucu rasanya.. Geli..

Dan setelah beberapa hari, si Mbul juga akhirnya bisa merasakan Baby Mo bergerak-gerak..
Setelah dipanggil-panggil beberapa kali
“Lagi maen bola di dalem ya, Nak?” tanya si Mbul..
Dijawab Baby Mo dengan beberapa gerakan lagi..
Si Mbul tertawa puas..

Hands on Baby Bumbhttp://blog.kateborgeltphotography.com/2011/08/17/baby-bump-kellie-kyle-maternity-session-golden-co/

Nah.. Setelah berjibaku dengan deadline, saya pulang dengan menumpang mikrolet yang lumayan penuh.. Duduk di depan, di samping pak supir..
Berbagi bangku dengan ibu-ibu yg lumayan banyak bawaannya, saya merasa hengap..
Sepanjang perjalanan keringat mengucur deras dan saya pun lemas..

Dan ketika si Mbul menjemput di depan komplek, saya menyandarikan kepala di bahunya.. Benar-benar lemas..
Bahkan ketika melewati lapangan tempat dua ponakan saya bermain bersama teman-temannya,
Saat Aya memanggil, “Tantee, tanteeee…” Saya hanya tersenyum sambil melambaikan tangan.

Sesampai di kamar, saya rebahan..
Lalu saya baru ingat..
Hei.. Baby Mo hari ini sudah bergerak belum ya?
Seharian ini saya belum mengelus perut.. Belum sempat berbincang dengan Baby Mo..
Duh, saya merasa bersalah..

Lalu saya mengelus-elus perut.. Berusaha berbicara dengannya,
“Nak, maapin Ibu yaa.. Ibu lupa menyapa kamu, Nak.. Maapin Ibu sibuk sampai lupa menyampaikan rasa sayang Ibu sama kamu.
Kamu baik-baik aja, kan? Ya kan, Nak? Yang kuat yaa.. Maap ya, Nak.. Jangan buat Ibu khawatir ya, Nak..”

Terus saya usap-usap perut saya.
Lalu saya khawatir karena belum ada reaksi..
Duh, Baby Mo jangan kenapa-kenapa donk yaaa…

Eeeeeh, tidak lama kemudian dia gerak-gerak dooonk..
Seakan mau kasih tau ke saya agar saya tidak usah khawatir..
MasyaAllah, Nak..
Kamu beneran bisa dengar Ibu yaaa?

Duuuh gak tahan mau cium-cium..
Ini anak pengertian banget siiiih..
Gak mau bikin ibunya khawatir..
Makin sayaaaang…

*elus-elus perut*
*perut si Mbul*
#lho

Tentang Kehilangan..




Bicara tentang kehilangan, tidak pernah sederhana..
Meski ia datang, kadang dengan cara yang teramat mudah..
Bukankah aneh, kita justru merasa sesak kala merasakan ketiadaan?
Isi kepala begitu penuh hingga tak mampu menampung sisi hidup yang lain..
Mengapa kekosongan alihalih menjelma semesta saat dirasa rengat di hati?
Mungkin karena kehilangan tidak pernah menjadi pilihan..
Saat kehilanganmu, contohnya..
Jika bukan karena simpul yang terpaksa aku jalin, kehilanganmu pasti kan terjadi dalam cara yang lain..
Jua ketika Bapak pergi, di Lebaran lima tahun Hijriah yang lalu..
Apa kami bisa memilih untuk tidak merasakan hampa saat lutut yang seharusnya kami cium di hari yang fitri justru telah terbujur kaku?
Yang aku yakini, hanya ada satu kehilangan yang sepenuhnya menjadi pilihan untuk kita..
Satusatu nya yang berada dalam genggaman kita..
KehilanganNya..
Karena Dia tak pernah tiada..
Acapkali, kita yang melupakan keberadaanNya..
***
Dearest Friends,

Sadly, this could be my last journal on Multiply
I’ve found out about the decision from the new CEO that Multiply will focusing in e-commerce and will determinate the blog feature.
The hell!!
*sorry for sworing*
Mungkin terdengar berlebihan, but the news has truly been a breakdown for me..
I’ve lost my blog at friendster before so its kinda ridiculously sad to lost a place for my self healing, once again..
I was in denial the whole day
Masih ga percaya Multiply bener2 mau shutdown blog nya
Tapi ditelusuri berita nya satu demi satu, dan belum lagi saat masuk ke site multiply, notes dari CEO baru yang bahkan saya tidak sanggup menyebut namanya, meyambut layar laptop saya..
O, darn!!

Bukan hanya journal tempat saya menumpahkan rasa dan asa, tapi bertemu dengan teman-teman baru dan saling berbagi sungguh tidak bisa diniliai dengan keputusan berdasarkan bisnis semata..

Dan ya, kehilangan sepertinya memang bukan suatu pilihan..
Tapi sesuatu yang harus kita jalani dan hadapi..
Sesak mungkin kita rasakan, penuh..
Tapi kita tetap harus maju..
Ayo, kawan..
Mari terus menulis, mari terus berbagi..
Dan tetap ingat, pasti ada tempat lain untuk kau tumpahkan ceceran katamu..

*in edition of MPShutdown*
Bye, All
Hikz..