After (Setelah Malam Itu)

Afterby Amy Efaw (Author), Nina Andiana (Translator)

Mass Market Paperback, 456 pages
Published September 2011 by Gramedia Pustaka Utama
didn't like it it was ok liked it really liked it (my current rating) it was amazing

Bukan mengenai kalah atau menang, tapi mengakui kesalahan, itu yang terpenting

Tumbuh dalam keluarga yang tidak normal, hanya mengenal seorang Ibu
Tanpa Ayah, nenek dan kerabat lain membuat Devon Sky Davenport paham bahwa kehidupan yang dijalani Ibu nya bukanlah kehidupan yang ingin dijadikan masa depan bagi nya.

Maka Devon membangun pagar
Yang dia atur sedemikian tinggi
Hingga sulit untuk dilewati, dipanjat, dirubuhkan
Oleh Coach Mark, Mrs Evans, Kait,
Terlebih oleh ibu nya,
dan bahkan oleh diri nya sendiri..

Devon mengisolasi diri nya
Bukan hanya Setelah Malam Itu, malam ketika dia merasa gagal
Gagal untuk menghindar dari menjadi sosok seperti ibu nya
Malam ketika semuanya bermula

Ketika benak manusia mampu untuk tidak mengakui sama sekali mengenai sesuatu yang sebenarnya sungguhsungguh terjadi dan merupakan suatu bentuk mekanisme pertahanan diri.

dr. Bacon pun mencoba menelaah benak Devon,
Nampak seperti pola luka salingsilang, sebagian sudah lama dan berwarna putih, lainnya lebih baru dan dalam berbagai spektrum pink atau merah. seperti pola pada retakan di langitlangit pertemuan. Menunjukkan tekanan yang diterima bangunan tersebut. – hal.228.

Mencari penyangkalan di dalam pola tersebut..
Juga Dom, pengacara yang ditunjuk membantu Devon kala tak ayal Devon berada dalam sel penjara dengan pikiran yang diliputi sejuta kebingungan dan hati hampa yang penuh dengan kesendirian.

Butuh waktu yang lama untuk Devon belajar membuka diri
Menyingkap selimut isolasi untuk menyadari,
Bahwa ketika kau tidak banyak bicara, bukan berarti orangorang tidak menyadari keberadanmu. Bahwa yang pendiamlah yang paling banyak menarik perhatian. Ada pusaran konstan gerakan dan suara di sekitar dengan si pendiam sebagai pusatnya. -Hal. 296.

Bahwa sendirian itu tidak pernah baik, sehingga ia harus membuka celah kecil, agar ibunya dapat melangkah lebih dekat setelah dijauhkan sedemikian rupa dari hak untuk membuat keputusan yang baik baginya.

Untuk yakin, bahwa dirinya bukan hanya sekedar kejadian di Malam itu, atau pula di Pagi itu. Kala kehadiran ITU menjadikannya sangat panik. Basahnya kemeja di daerah seputaran dada yang mengencang dan berbau asam laktat.

Tidak, bukan hanya sekedar itu.

Butuh lebih dari sekedar keberanian untuk dapat menang..
Meski pada akhirnya, bukan lagi perkara menang atau kalah yang melegakan hati..
Tapi mengaku pada diri sendiri, memaafkan diri sendiri, tidak ada orang yang sempurna..
Tidak ada rencana yang berjalan sempurna..

Nobody, nothing is..

Life in a Refrigerator Door (Kehidupan di Pintu Kulkas)

Kehidupan di Pintu Kulkas
by Alice Kuipers, Rosi L. Simamora (Translator)

Berapa kali saya merasa jengkel karena Emak?
Sering!

Berapa kali saya mengacuhkan Emak karena bosan mendengarkan keluhan beliau?
Sering!

Berapa kali saya merasa tidak mendengarkan nasihat beliau?
Sering!

Berapa kali saya membuat Emak jengkel karena tidak menyentuh masakan yang sudah susah payah beliau siapkan untuk saya?
Sering!

Berapa kali saya membuat Emak menarik nafas panjang untuk setiap perselisihan pendapat yang selalu berakhir dengan terdiamnya beliau karena kekeraskepalaan saya?
Sering!

Sungguh, hubungan saya dengan Emak tidak selalu menyenangkan..
Banyak konflik yang membuat saya kadang ingin tinggal di rumah kos saja daripada pusing berhadapan dengan beliau..

Tapi sekarang, saat saya bekerja di seberang pulau..
Saya kangen combro buatan Emak
Saya merindu bau asam tubuhnya yang terlelap lelah setelah seharian mengurusi rumah..
Saya menyesal telah membuat beliau terdiam
Saya iri melihat beliau bercerita kepada orang lain alihalih kepada saya

Bahkan ketika adik saya sakit, saya tidak mengetahui apapun
Saat beliau menginginkan satu alat kesehatan, beliau menabung dari uang bulanan, bukan meminta khusus kepada saya

Ah, Emak..
Sebegitu sulitnya ya, mempunyai anak seperti saya?
Hingga kerut pada wajah Emak senantiasa bertambah demi memikirkan kehidupan anakanaknya..
Sendiri, tanpa Bapak yang sudah pergi lima tahun lalu

Dan berapa kali saya mengatakan saya menyayangi Emak?
Berapa kali saya memeluk nya dan mengucapkan terimakasih atas semua yang sudah beliau lakukan untuk saya?
Berapa kali saya menyebut beliau dalam doa saya?

*sigh*

Tuhan, saya tidak tahu berapa lama lagi waktu yang diberikan bagi saya dan Emak untuk bisa bersama-sama..
Tapi saya mohon, bisa kah saya diberikan kesempatan untuk membahagiakan beliau?
Untuk membuat nya tersenyum ketika mengetahui saya sudah sembuh dari patah hati dan mampu jatuh cinta lagi..
Untuk membuatnya merasa tenang dengan menitipkan saya pada imam saya nanti?

Nah, lihat kan?
Dua permohonan di atas masih saja mengenai saya, bukan kebahagiaan yang murni untuk beliau..

Saya ulangi, yaa Tuhan..
Berikan saya kesempatan untuk benarbenar melukiskan senyum pada wajah Emak, yang penuh dengan kerut kebijaksanaan..
Berikan ia cukup kesehatan dalam menikmati sisa hidupnya..
Berikan ia cukup keleluasaan dalam merasakan cinta dan kasihMu..
dan jika memungkinkan, Tuhan.. Ijinkan saya mengantar beliau menuju rumahMu..
Membawa nya melihat Ka’bah dan Masjid Nabawi..
Menangis bersama menikmati keagunganMu, Yaa Rabb..

Lindungi saya dari kesempatan menyakiti hati beliau lagi..
Dan jangan biarkan beliau pergi tanpa mengetahui bahwa saya, anak yang sungguh terlampau sering menyusahkannya, sangat sungguh mencintainya..
Sungguh..

***
Makasih ya, Kak Mute..
Melihat buku ini di tengah kumpulan buku di lemari Petrik dan Kakak saat jagain Bebeh Khansa yang lagi bobok..
Langsung tertarik mau baca

Kehidupan Claire, 15 tahun, dan ibu nya yang seorang dokter..
Dilalui dengan pesanpesan yang terkadang singkat terkadang panjang

Miris, memang..
Tidak percaya kalau mereka yang tinggal serumah jarang berbicara langsung dan alihalih menggunakan pesan di depan pintu kulkas..

Tapi, coba kita lihat lagi..
Mungkin kita sering melakukannya dengan orangorang terdekat kita..

Bahkan saat mereka sedang membutuhkan kita
Seperti saat Claire yang membutuhkan Mom untuk membantu nya melewati masa krisis remaja
Juga saat Mom membutuhkan Claire membantu nya melewati perjuangan melawan kanker payudara..

Ah, Claire Bear.. Mom..
Terimakasih..
Telah mengingatkan saya, sekali lagi, tentang betapa berharga nya waktu bersama Emak..

Emak, i love you..
This much..
Yes, this much till the world can not afford to handle
🙂
Jangan pergi dulu ya, Mak..
Jangan sebelum senyum itu benarbenar terlukis di wajah Emak..
Ku mohon..

Madre

Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh adalah novel pertama Dee yang saya baca.. Saya terpesona, tak sabar menunggu lanjutannya..

Tapi apa daya, mungkin benar yang dikatakan orang, jangan taruh ekspektasi yang berlebihan saat membaca sebuah sekuel.. Saya merasa mual dan melempar buku nya saat belum separuhnya saya selesaikan..

Saya memutuskan untuk cuti..
Dari semua buku karya Dee..
Tak pernah lagi saya sentuh..

Sampai sebuah tawaran buku gratis dari ijul yg katanya merasa lapar selama membaca novel ini..
Bah, buku gratis? Siapa yg berani nolak?!
Bwehehehe..

Lalu saya tenggelam dalam harum adonan roti hangat yang baru saja keluar dari oven..
Sehangat pelukan dari keluarga Tan de Bakker..
Terpuruk dalam misteri wajah telaga..
Tersesat mengejar layang-layang..
Kemudian terhanyut dalam pusaran pertanyaan, barangkali cinta?

Mungkin memang cuti yang saya butuhkan..
Saat rasa muak melanda..
Saat bosan..
Jenuh..
Dan saya pun kembali segar mengunyah karya Dee..

Thanks bwt tawaran buku gratisnya, Jul!

Love, Aubrey (4*)

 

Bicara tentang kehilangan, tidak pernah sederhana..
Meski ia datang, kadang dengan cara yang teramat mudah..
Bukankah aneh, kita justru merasa sesak kala merasakan ketiadaan?
Isi kepala begitu penuh hingga tak mampu menampung sisi hidup yang lain..
Mengapa kekosongan alihalih menjelma semesta saat dirasa rengat di hati?-

 

Seakan belum cukup kepergian Dad dan Savannah dalam kecelakaan yang tragis, Aubrey, gadis 11 tahun, masih harus mengalami kehilangan ibu nya..
Tapi bukan hanya Aubrey, ibu nya sendiri pun kehilangan diri nya sendiri..
Beliau tidak sanggup menopang kehilangan dua orang tercintanya
Hingga siang itu, beliau pergi

Aubrey yang menyangka ibunya hanya pergi berbelanja kebingungan..
Dan sesak karena kekosongan rumahnya..
Hingga malam datang, Aubrey sendirian..
Lalu malam berikutnya, dan berikutnya..
Bertahan dengan makanan sisa yang ada di dapur..

Di sini, saya sangat ingin memeluk Aubrey..
Betapa beruntungnya saya masih mempunyai Emak untuk saya peluk..
Kapan pun saya merasa dunia ingin menelan saya bulatbulat, Emak masih ada untuk mendengarkan saya..

Apalagi setelah tadi pagi saya berbincang dengan Ayu..
At some point, she felt tired of things, and she texted her mom..
Ini balasan si mamah, “Kalo kamu ngerasa gak kuat jalan, merangkaklah, belajar lagi dari awal buat berjalan. Tapi jangan pernah berhenti. Kalo kamu merasa capek, menangislah, habiskan dan kamu akan bisa ketawa lagi, tapi jangan pernah berhenti ya, nak. Percaya aja sama Allah. Sing sabar ya, Nduk..”

See?
Betapa beruntungnya kita yang masih punya Ibu untuk menguatkan kita..
Sedangkan Aubrey?
Tuhan..

Untungnya Gram datang, menyelamatkan Aubrey..
Membawa nya ke rumah dan mulai membangun sedikit demi sedikit kekuatan Aubrey..
Dan meski di awal pertemuan dengan Brdiget dan keluarganya justru membuat perut Aubrey bergejolak sesak, tapi mereka terlalu hangat hingga Aubrey merasa nyaman berada di tengah mereka..

Aubrey mulai mampu berdiri kuat..
Dan sekali lagi, nampaknya ujian belum selesai..
Mom datang..
Masih dengan ketidakmampuan menopang emosi nya sendiri..

Lalu perut Aubrey bergejolak lagi..

 

-Mungkin karena kehilangan tidak pernah menjadi pilihan..
Saat kehilanganmu, contohnya..
Jika bukan karena simpul yang terpaksa aku jalin, kehilanganmu pasti kan terjadi dalam cara yang lain..
Jua ketika Bapak pergi, di Idul Fitri lima tahun Hijriah yang lalu..
Apa kami bisa memilih untuk tidak merasakan hampa saat lutut yang seharusnya kami cium di hari yang fitri justru telah terbujur kaku?
 
Yang aku yakini, hanya ada satu kehilangan yang sepenuhnya menjadi pilihan untuk kita..
Satusatu nya yang berada dalam genggaman kita..
KehilanganNya..
Karena Dia tak pernah tiada..
Acapkali, kita yang melupakan keberadaanNya..-

Jika Aku Tetap Di Sini (If I Stay, #1)

rasanya seperti membaca tentang keraguan..

Entah karena buku ini penuh dengan keraguraguan Mia Hall yang digambarkan oleh penulis dengan gamblang,
Atau memang karena saya yang sedang merasa ragu? #eaaa

***
Mia merasa ragu saat Adam mencoba mendekatinya.
Bukan karena Adam termasuk anak yang populer seperti di kisah-kisah remaja lainnya, karena Adam tidak sebegitu populernya.. Tapi bisa dibilang Adam itu keren, anak band, band rock pula.. Jadi ya, Adam keren, in someother way, got what i mean, gurls? *grin*
Bukan pula karena Mia merasa termasuk anak yang culun.. Hanya pendiam, dan sibuk dengan jadwal latihan cello nya.

Mia ragu akan motivasi Adam mendekatinya.
Bahkan saat Adam bilang kalau dia punya tiket gratis konser Yo-Yo Ma, pemain cello terkenal di Arlene Schnitzer Hall dan mengajaknya menonton bersama konser tersebut.

Bukan Adam yang membuatku gugup. Aku gugup karena ketidapastian. Apa ini sebenarnya? Kencan? Teman yang berbaik hati? Perbuatan amal? Aku tidak suka berada dalam situasi yang tidak pasti

hal.33

Nah, membaca paragraph di atas, saya jadi pengen melindes beberapa orang yang sudah pernah membuat saya merasakan hal di atas.
Apalagi kemudian, saya membaca satu sajak manis dari seorang dyas yang salah satu baitnya berbunyi seperti ini;

kamu, berhentilah beri aku
harapan bila nyatanya kamu
tidak menyembunyikan kado apapun
dibalik punggungmu.
description

Ishhhh.. Rasanya akan sangat menyakitkan jika ketidakpastian yang dirasakan Mia berujung pada ketiadaan kado dibalik punggung Adam, bukan?
Nyatanya, malam itu mereka memang berkencan, dan ya, malam itu bisa dikatakan mereka resmi berpacaran.

Tapi keraguan masih Mia rasakan saat menjalani hubungan dengan Adam.
Terutama ketika menonton pertunjukan Shooting Star, band Adam yang sudah mulai naik daun.

Keenggananku menonton pertunjukkan Adam sama skeali tidak berhubungan dengan musik atau groupie atau iri. Keengganan itu berhubungan dengan keraguan. Keraguan meresahkan tentang tidak berada di tempat yang benar yang selalu kurasakan. Aku tidak merasa pantas berada bersama ADam, namun tidak seperti kaluargaku, yang terpaksa bersamaku, Adam memilihku, dan aku tidak memahami ini. Kenapa dia jatuh cinta padaku? Rasanya tidak masuk akal. — Saat bersama Adam, aku merasa dipilih, spesial, dan itu hanya membuatku semakin bertanya-tanya kenapa aku?

hal.80

Dan semua keraguan itu mulai menguap saat Haloween pertama yang mereka lalui sejak mereka pacaran. Adam mengenakan kostum a la Mozart, sehingga Mia matimatian bergaya a la rocker cewek paling keren dengan bantuan ibunya.
Saat pulang, Mia bertanya;
“Kau menyukaiku malam ini? Kau suka aku berpenampilan seperti ini? Lebih menyukaiku? Daripada normal.”
Dengan mengusap anak rambut pada wig yang dipakai Mia, Adam menjawab,
“Mia, Mia, Mia. Inilah dirimu yang kusuka. Kau memang berpakaian lebih seksi dan, kau tahu, pirang, dan itu berbeda. Tapi dirimu malam ini sama dengan dirimu yang mebuatku jatuh cinta kemarin, sama dengan dirimu yang akan membuatku jatuh cinta besok. Aku suka kau bisa menjadi rapuh dan tangguh, pendiam dan liar. Astaga, kau salah satu cewek paling punk yang kukenal, tidak peduli musik apa yang kau dengardan apa yang kaukenakan.” hal.86
Nice, huh?

Tapi, keraguan kemudian datang kembali saat Mia harus memutuskan apakah akan meneruskan pendaftaran di Julliard yang artinya akan semakin berjauhan dengan Adam yang sedang sibuk dengan jadwal tur Shooting Star yang mulai menanjak namanya.
Dad membantu Mia dengan mengatakan, “Kadang-kadang kau membuat pilihan dalam hidupmu dan kadang-kadang pilihanlah yang memilihmu. Apakah kedengaran masuk akal?” hal.161

Mom juga membuka jalan pikiran Mia.
“Omong kosong, Mia. Semua hubungan itu sulit. Persis seperti musik, kadang-kadang kau mendapatkan harmoni dan di lain waktu kau mendapatkan suara sumbang.
Dan ingat, musiklah yang menyatukan kalian. Kalian berdua mencintai musik, kemudian jatuh cinta. Omong kosong jika kau merasa musik juga yang memisahkan kalian. Musik tidak melakukan itu. Kehidupan mungkin akan membawa kalian ke jalan berbeda. Tapi kalian masing-masing bisa memilih jalan mana yang akan ditempuh.
Aku mengerti jika kau memilih cinta, cinta terhadap Adam, daripada cinta terhadap musik. Bagaimanapun kau menang. Dan bagaimanapun, kau kalah. Mau bilang apa lagi? Cinta memang bikin susah.”
hal.175

Hmm.. Yup, bisa dibilang Dad, Mom dan Teddy sangat mendukung hubungan mereka berdua. Seperti juga orang-orang di sekitar mereka. Teman-teman di Shooting Star, Gran dan Gramps, Henry dan Willow..
Ditengah keeksentrikan keluarga yang sedikit mengingatkan akan keluarga Elly di When God was a Rabbit, hubungan Adam dan Mia bisa dibilang hubungan yang sempurna..

Hingga tragedi pagi itu..
Yang merenggut Dad, Mom, dan pada akhirnya Teddy..
Membuat jiwa Mia berkeliaran dalam mengumpulkan kembali semua alasan yang melenyapkan segala keraguannya dulu..
Akankah Mia bertahan?

***
Yup, justru keraguan juga yang memenuhi kepala dan hati saya saat saya membaca buku ini.
Dan dengan selesai membaca nya, apakah saya masih tetap ragu?
Entahlah..
Yang jelas, saya tidak mau menjadi bagian dari orang-orang dangkal yang hanya mempercayai apa yang ingin mereka percayai -hal.65
Saya percaya, bahwa Dialah yang menentukan. Mungkin Dia hanya menunda waktu – hal.71
Saya hanya berusaha menitipkan pertanyaan akan keraguan ini padaNya..
Biar Dia yang menentukan kapan waktu saya bisa menemukan jawabannya.
🙂

Topeng Kaca – Dua Akoya Vol. 2

baca volume dua ini jadi pengen donlot lagu ini dan nyanyi buat Shiori, Maya dan Ayumi
kasih 3* aja karena jadi kayak sinetron ceritanya..
hehehehe

Kecemburuan..
Entah akan cinta, entah akan kesempatan, entah akan potensi..
Ah, manusia..

*sok bijak*
*dikeplak seluruh jagat*
*pinjem ayu juga*

Jealousy
Queen

Oh how wrong can you be?
Oh to fall in love was my very first mistake
How was I to know I was far too much in love to see?
Oh jealousy look at me now
Jealousy you got me somehow
You gave me no warning
Took me by surprise
Jealousy you led me on
You couldn’t lose you couldn’t fail
You had suspicion on my trail

How how how all my jealousy
I wasn’t man enough to let you hurt my pride
Now I’m only left with my own jealousy

Oh how strong can you be
With matters of the heart?
Life is much too short
To while away with tears
If only you could see just what you do to me
Oh jealousy you tripped me up
Jealousy you brought me down
You bring me sorrow you cause me pain
Jealousy when will you let go?
Gotta hold of my possessive mind
Turned me into a jealous kind

How how how all my jealousy
I wasn’t man enough to let you hurt my pride
Now I’m only left with my own jealousy
But now it matters not if I should live or die
‘Cause I’m only left with my own jealousy

Topeng Kaca – Dua Akoya Vol. 01

***
belahan jiwa : biarpun terpisah jauh, seorang belahan jiwa pasti punya perasaan yang sama denganmu… tak akan pernah terputus.
Terpisah, tapi bagian dari jiwa kita, diri kita yang satu lagi.
Tak ada hubungannya dengan umur, penampilan, dan derajat.
Jika bertemu akan langsung tertarik satu sama lain, karena diri kita terus menuntut adanya setengah dari diri kita yang lain itu.
Kita lahir untuk bersatu dengan bagian dari tubuh dan jiwa kita yang lain

Di dunia ini semuanya terbentuk dari dua sisi yang berbeda,
Seperti lahir dan mati,
Penciptaan dan Penghancuran,
Langit dan Bumi,
Api dan Air,
Cahaya dan Kegelapan,
Perempuan dan Laki-laki,
Yang Tampak dan yang Kasat,
Keduanya selalu tampak bersilangan. Padahal ujung satu dengan ujung lainnya bertemu membentuk satu garis vertikal yang lurus. Saling bersambungan di kutubnya.

Diantara kelahiran dan kematian, ada kehidupan dari manusia itu sendiri.
Diantara penciptaan dan penghancuran, ada yang namanya keberadaan.
Kehidupan manusia ada maknanya. Keberadaannya pun punya arti.

Kesedihan akan melahirkan kesedihan lagi.
Dendam akan melahirkan dendam.
Semua hanya akan berlanjut di dalam lingkaran yang sama

Manusia adalah makhluk yang bodoh. Mereka tidak memperhatikan sesuatu yang penting. Kenapa mereka dengan mudahnya membuang nyawanya sendiri atau orang lain dengan sia-sia? Walau hanya selembar rambut atau sepotong kuku, bukan kalian yang membuatnya, kan? Apa kalian pernah ingat bahwa tangan, kaki, dan darah merah yang mengalir itu bukan kalian yang membuatnya?
Siapa sebetulnya yang membuat raga ini untuk kita? Raga ini memang ada bersama kita, tapi bukan milik kita, kita hanya bersemayam dalam tubuh ini. Apa kalian sudah tahu betapa berdosanya kalian jika membuat tubuh ini terluka? Apalagi kalian juga membuat orang lain terluka, apa kalian tahu betapa besarnya dosa kalian itu?

Aku bukan hanya mencintai raga Akoya. Yang betul kucintai adalah jiwa yang ada di dalam raganya. Di dalam raga yang seperti apapun Akoya berada, aku pasti akan jatuh cinta padanya.
Kematian, … tak akan membuat cinta berakhir…

Dunia manusia ada di tangan mereka sendiri. Dikembangkan atau dihancurkan, semua tergantung manusia.
Tapi perang yang dilakukan manusia telah mengakibatkan situasi seluruh alam jadi kacau balau. Perasaan marah, dendam, dan ketakutan yang ada dalam diri manusia membuat pikiran buruk membentuk energi dari kegelapan. Membuat surga terpangang matahari, dan hujan yang panjang. Dan di bumi, gunung berapi murka serta membuat tanahnya bergetar.
Kalau manusia tidak juga sadar akan dosa yang diperbuatnya, perintahkan pada Naga untuk menghancurkan langit dan bumi. Basahi bumi dengan air untuk menyucikannya dari semua kotoran. Juga untuk mengusir manusia dari situ.

Kelihatannya ada satu hukum ajaib yang mamebuat dunia ini tercipta seperti sekarang… Seluruh alam ini ada di bawah kuasa hukum dewa. Hanya dengan mengikuti jalannya hukum itulah, maka semua yang ada di alam ini diijinkan hidup.

***

Begitulah dialog-dialog dari naskah drama Bidadari Merah yang ditulis Ichiren Ozaki. Drama yang sedang diperebutkan Maya Kitajima dan Ayumi Hamekawa untuk peran utama nya.

Drama yang membuat Ayumi dan ibunya berjuang matimatian melatih mata Ayumi yang nyaris buta agar tampak normal dan tidak mengganggu pagelaran pemilihan pemeran utama tersebut. Matimatian, yang artinya benarbenar matimatian…

Drama yang merupakan obsesi dari Masumi, si Mawar Jingga, orang yang dianggap Maya belahan jiwa nya. Tapi merasa ragu apakah Masumi juga merasakan hal yang sama. Apalagi dengan adanya kecemburuan Shiori, putra pemilik perusahan Takamiya yang sudah ditunangkan dengan Masumi.

Obsesi.. akan drama Bidadari Merah, dan juga akan belahan jiwa..

*pinjem ayu*
*ini kertasnya kok kayak lebih rendah kualitasnya dibanding komik jaman dulu ya?*
*dah lama ga baca komik*