After (Setelah Malam Itu)

Afterby Amy Efaw (Author), Nina Andiana (Translator)

Mass Market Paperback, 456 pages
Published September 2011 by Gramedia Pustaka Utama
didn't like it it was ok liked it really liked it (my current rating) it was amazing

Bukan mengenai kalah atau menang, tapi mengakui kesalahan, itu yang terpenting

Tumbuh dalam keluarga yang tidak normal, hanya mengenal seorang Ibu
Tanpa Ayah, nenek dan kerabat lain membuat Devon Sky Davenport paham bahwa kehidupan yang dijalani Ibu nya bukanlah kehidupan yang ingin dijadikan masa depan bagi nya.

Maka Devon membangun pagar
Yang dia atur sedemikian tinggi
Hingga sulit untuk dilewati, dipanjat, dirubuhkan
Oleh Coach Mark, Mrs Evans, Kait,
Terlebih oleh ibu nya,
dan bahkan oleh diri nya sendiri..

Devon mengisolasi diri nya
Bukan hanya Setelah Malam Itu, malam ketika dia merasa gagal
Gagal untuk menghindar dari menjadi sosok seperti ibu nya
Malam ketika semuanya bermula

Ketika benak manusia mampu untuk tidak mengakui sama sekali mengenai sesuatu yang sebenarnya sungguhsungguh terjadi dan merupakan suatu bentuk mekanisme pertahanan diri.

dr. Bacon pun mencoba menelaah benak Devon,
Nampak seperti pola luka salingsilang, sebagian sudah lama dan berwarna putih, lainnya lebih baru dan dalam berbagai spektrum pink atau merah. seperti pola pada retakan di langitlangit pertemuan. Menunjukkan tekanan yang diterima bangunan tersebut. – hal.228.

Mencari penyangkalan di dalam pola tersebut..
Juga Dom, pengacara yang ditunjuk membantu Devon kala tak ayal Devon berada dalam sel penjara dengan pikiran yang diliputi sejuta kebingungan dan hati hampa yang penuh dengan kesendirian.

Butuh waktu yang lama untuk Devon belajar membuka diri
Menyingkap selimut isolasi untuk menyadari,
Bahwa ketika kau tidak banyak bicara, bukan berarti orangorang tidak menyadari keberadanmu. Bahwa yang pendiamlah yang paling banyak menarik perhatian. Ada pusaran konstan gerakan dan suara di sekitar dengan si pendiam sebagai pusatnya. -Hal. 296.

Bahwa sendirian itu tidak pernah baik, sehingga ia harus membuka celah kecil, agar ibunya dapat melangkah lebih dekat setelah dijauhkan sedemikian rupa dari hak untuk membuat keputusan yang baik baginya.

Untuk yakin, bahwa dirinya bukan hanya sekedar kejadian di Malam itu, atau pula di Pagi itu. Kala kehadiran ITU menjadikannya sangat panik. Basahnya kemeja di daerah seputaran dada yang mengencang dan berbau asam laktat.

Tidak, bukan hanya sekedar itu.

Butuh lebih dari sekedar keberanian untuk dapat menang..
Meski pada akhirnya, bukan lagi perkara menang atau kalah yang melegakan hati..
Tapi mengaku pada diri sendiri, memaafkan diri sendiri, tidak ada orang yang sempurna..
Tidak ada rencana yang berjalan sempurna..

Nobody, nothing is..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s