Topeng Kaca – Dua Akoya Vol. 01

***
belahan jiwa : biarpun terpisah jauh, seorang belahan jiwa pasti punya perasaan yang sama denganmu… tak akan pernah terputus.
Terpisah, tapi bagian dari jiwa kita, diri kita yang satu lagi.
Tak ada hubungannya dengan umur, penampilan, dan derajat.
Jika bertemu akan langsung tertarik satu sama lain, karena diri kita terus menuntut adanya setengah dari diri kita yang lain itu.
Kita lahir untuk bersatu dengan bagian dari tubuh dan jiwa kita yang lain

Di dunia ini semuanya terbentuk dari dua sisi yang berbeda,
Seperti lahir dan mati,
Penciptaan dan Penghancuran,
Langit dan Bumi,
Api dan Air,
Cahaya dan Kegelapan,
Perempuan dan Laki-laki,
Yang Tampak dan yang Kasat,
Keduanya selalu tampak bersilangan. Padahal ujung satu dengan ujung lainnya bertemu membentuk satu garis vertikal yang lurus. Saling bersambungan di kutubnya.

Diantara kelahiran dan kematian, ada kehidupan dari manusia itu sendiri.
Diantara penciptaan dan penghancuran, ada yang namanya keberadaan.
Kehidupan manusia ada maknanya. Keberadaannya pun punya arti.

Kesedihan akan melahirkan kesedihan lagi.
Dendam akan melahirkan dendam.
Semua hanya akan berlanjut di dalam lingkaran yang sama

Manusia adalah makhluk yang bodoh. Mereka tidak memperhatikan sesuatu yang penting. Kenapa mereka dengan mudahnya membuang nyawanya sendiri atau orang lain dengan sia-sia? Walau hanya selembar rambut atau sepotong kuku, bukan kalian yang membuatnya, kan? Apa kalian pernah ingat bahwa tangan, kaki, dan darah merah yang mengalir itu bukan kalian yang membuatnya?
Siapa sebetulnya yang membuat raga ini untuk kita? Raga ini memang ada bersama kita, tapi bukan milik kita, kita hanya bersemayam dalam tubuh ini. Apa kalian sudah tahu betapa berdosanya kalian jika membuat tubuh ini terluka? Apalagi kalian juga membuat orang lain terluka, apa kalian tahu betapa besarnya dosa kalian itu?

Aku bukan hanya mencintai raga Akoya. Yang betul kucintai adalah jiwa yang ada di dalam raganya. Di dalam raga yang seperti apapun Akoya berada, aku pasti akan jatuh cinta padanya.
Kematian, … tak akan membuat cinta berakhir…

Dunia manusia ada di tangan mereka sendiri. Dikembangkan atau dihancurkan, semua tergantung manusia.
Tapi perang yang dilakukan manusia telah mengakibatkan situasi seluruh alam jadi kacau balau. Perasaan marah, dendam, dan ketakutan yang ada dalam diri manusia membuat pikiran buruk membentuk energi dari kegelapan. Membuat surga terpangang matahari, dan hujan yang panjang. Dan di bumi, gunung berapi murka serta membuat tanahnya bergetar.
Kalau manusia tidak juga sadar akan dosa yang diperbuatnya, perintahkan pada Naga untuk menghancurkan langit dan bumi. Basahi bumi dengan air untuk menyucikannya dari semua kotoran. Juga untuk mengusir manusia dari situ.

Kelihatannya ada satu hukum ajaib yang mamebuat dunia ini tercipta seperti sekarang… Seluruh alam ini ada di bawah kuasa hukum dewa. Hanya dengan mengikuti jalannya hukum itulah, maka semua yang ada di alam ini diijinkan hidup.

***

Begitulah dialog-dialog dari naskah drama Bidadari Merah yang ditulis Ichiren Ozaki. Drama yang sedang diperebutkan Maya Kitajima dan Ayumi Hamekawa untuk peran utama nya.

Drama yang membuat Ayumi dan ibunya berjuang matimatian melatih mata Ayumi yang nyaris buta agar tampak normal dan tidak mengganggu pagelaran pemilihan pemeran utama tersebut. Matimatian, yang artinya benarbenar matimatian…

Drama yang merupakan obsesi dari Masumi, si Mawar Jingga, orang yang dianggap Maya belahan jiwa nya. Tapi merasa ragu apakah Masumi juga merasakan hal yang sama. Apalagi dengan adanya kecemburuan Shiori, putra pemilik perusahan Takamiya yang sudah ditunangkan dengan Masumi.

Obsesi.. akan drama Bidadari Merah, dan juga akan belahan jiwa..

*pinjem ayu*
*ini kertasnya kok kayak lebih rendah kualitasnya dibanding komik jaman dulu ya?*
*dah lama ga baca komik*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s