semesta semestinya

kamu,
pernahkan berpikir bahwa memang sudah saatnya kita menjauh?

semesta tidak mengamini adanya kita yang sama
dengan aku dan kamu

terlintaskah akan deras arus yang membanjiri kepalaku saat kata itu terucap dari ujung lidahmu
meski dari seberang?

kamu,
kapankah lelah menghampirimu?
hingga tak lagi datang meracuni detik yang dulu kunikmati tanpa ada
nama kamu
walau dengan sadar aku pun rela merangkak menyambut hadirmu

palu untukmu telah terketuk
dan kutunggu vonis untukku

hingga kita yang sama
dengan aku dan kamu
tidak lagi
terdeteksi

tertinggal
aku …
… kamu
sendiri
lagi
Advertisements

13 thoughts on “semesta semestinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s