Aku Beriman, Maka Aku Bertanya (Loosing My Religion#1)

Dan bilamana aku harus beriman?

Apa yang kita ketahui tentang kisah Adam dan Hawa?
Kebanyakan dari kita (errw, atau mungkin hanya aku ya?) meyakini kalau karena Adam dan Hawa yang terlena oleh godaan setan lah yang mengakibatkan mereka diusir dari Surga dan turun ke bumi. Mereka dihukum karena Tuhan murka akan kelalaian mereka.

Bodohnya, saya tidak benar-benar menelusuri kisah ini di Al Qur’an, karena kebanyakan penceritaan dalam kisah-kisah agama Islam pun menyebutkan demikian.

Dan ketika saya membaca buku ini.. Saya terpana..
Lang menjabarkan persepsi-persepsi yang dia dapatkan saat dia membaca Surat Al Baqarah 30-39.

“Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(2:36-38)

-Pasangan Adam dan Hawa diusir dari surga untuk memulai kehidupan mereka di bumi. Kita harus beranggapan bahwa mereka pasti menyesali perbuatan yang telah mereka lakukan dan mencemaskan kehidupan mereka di sebuah tempat yang tak familier. Tuhan mendekati dan menyirami mereka dengan ampunan dan kasih sayang. Dia meyakinkan mereka bahwa mereka akan selalu mendapat tuntuan Tuhan. Sebagaimana orangtua yang dengan lembut menghibur anaknya, Tuhan seolah-olah berkata kepada mereka, “Aku tahu kalian takut, dan aku pun tahu ini terasa berat bagi kalian, tetapi kalian akan selamat. Aku senantiasa akan bersama dan membimbing kalian. Bukalah mata, telinga, dan hati kalian untuk menyimak ayat-ayatKu, dan kalian tak perlu khawatir.

Bila Tuhan mengampuni pasangan itu, mengapa Dia tetap menempatkannya di bumi? Sebab kehidupan di bumi, menurut Al Quran, bukanlah hukuman.-
Hal. 53

Membaca penjabaran Lang tersebut tak urung membuat saya tercenung. Allah sungguh Maha Penyayang. Dan apa yang telah saya lakukan di dunia untuk membalas kasih sayangNya? Mengapa saya terus menerus berprasangka buruk akan kejadian demi kejadian yang saya alami?
Entah mengapa hati saya menjadi tenang membaca bab ini.
Saya kembali diingatkan, sungguh Allah menyayangi umatNya.
Kegalauan (#halah) saya pun jauh berkurang.
Allah pasti punya rencana, dan saya akan dengan senang hati menanti saat saya memaknai setiap kejadiannya.

Saya menjadi semakin bersemangat menghabiskan buku ini.
Saya melumatnya pelan-pelan.
Lebih dari satu bulan saya habiskan buku ini.

Dari buku ini saya belajar, bahwa bertanya tentang iman itu sangatlah diperbolehkan.

-Salah satu tema pokoknya adalah bahwa orang-orang mengingkari atau mendustakan ayat-ayat Allah dan merusak agama karena mereka tidak menggunakan akal. “Mereka tidak mengerti” dan “mereka benar-benar kamu yang tidak mau menggunakan akal”, demikian Al Quran menanggapi pada pencelanya. Tidakkah kamu berpikir?” tanya Al Quran pada mereka. Allah menurunkan tanda-tanda, pelajaran-pelajaran, dan ketentuan-ketentuan “agar kamu memahaminya”.

Menurut Al Qur’an, akal dan iman adalah salah satu kubu, sebagaimana logika dan kepercayaan yang salah, dan Kitab ini menjelaskan perbedaan nyata di antara keduanya: “sesungguhnya telah jelas antara jalan yang benar dan yang salah”. Orang-orang yang paling beruntung menurut Al Quran adalah “mereka yang berakal”, “orang-orang yang mendalam ilmunya”, “mereka yang berpikir”, dan mereka yang mengakui bukti-bukti yang terang”. Hal. 97

Di antara semua karunia intelektual manusia, kemampuan bahasa manusia-lah yang paling ditekankan Al Quran, Hal.44

Menurut Al Quran, akar timbulnya dosa bukanlah uang, sifat rakus, atau nafsu berahi, tetapi kesombongan. Hal. 48

Kisah-kisah ini bukanlah membentangkan sejarah, tetapi menyampaikan pokok-pokok kebenaran. Hal. 62

bahwa seluruh nabi itu menyerukan ajaran pokok yang sama, yakni berserah diri kepada Allah.Hal.85

Bila merasa ragu dengan pilot pesawat yang akan kita tumpangi, kita tak jadi naik pesawat itu. Bila ragu dengan barang di toko, kita tak jadi mbelinya. Dan perihal agama, kita sebenarnya memiliki banyak sekali alasan untuk mempertanyakannya, tapi orang-orang tetap saja percaya padanya! Apakah mereka mencuci otak mereka agar percaya agama, atau sekedar membentengi diri diri hukuman abadi dengan tunduk buta pd sesuatu yg tak masuk akal?Hal.95

Bukankah semua guru agama mengajarkan kepada siswa-siswa mereka bahwa agama mereka adalah satu-satunya agama yg benar? Maksudku, aku tak dapat mbayangkan bila mereka mengatakan bahwa agama lainlah yg benar. Bagaimana kita tahu bahwa agama kita yg benar?Hal.106

semakin lama aku membaca Al Quran, semakin kuat kesimpulanku bahwa hidup ini adalah ujian, arena pemecahan masalah yg diciptakan untuk menantang manusia dan memacu perkembangan moral, intelektual, dan spiritualnya.Hal.112

Kita tak memahami umat manusia; kita sekedar mengetahuinya lewat pengalaman. Aku tak memahami manusia dengan akal; aku mengetahui mereka dengan keberadaanku sebagai manusia.Hal.132

Aku menganggap Tuhan tdk adil, sebab kita tdk dberi ksempatan yg sama unk msk surga. Bgmn mungkin seorang gadis yg dbesarkan dlm lingkungan bejat dimintai ptanggungjawaban yg sama dgn orang spt aku yg besar dlm keluarga baik2?Hal.191

Aku ingin mengimani Allah, tetapi tak dapat menjustifikasi imanku ini karena imanku menjadi jauh lebih mistis daripada rasional.Hal.288

Buku ini menjabarkan banyak pertanyaan kaum Muslim di Amerika. Pemuda-pemudi yang resah. Mungkin kondisi beriman di Indonesia berbeda dengan di Amerika. Tapi saya yakin, pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam buku ini mungkin pernah terlintas dalam benak kita saat kita sedang meragukan tentang iman kita sendiri.

Sangat direkomendasikan bagi mereka yang mencari jawaban.
Tapi saya pikir, jangan berhenti dengan membaca buku ini saja.
Atau jangan menganggap jika tidak mempunyai buku ini, kita akan sulit mendapatkan jawaban.
Karena buku berisi jawaban-jawaban yang paling lengkap, ada dalam genggaman kalian masing-masing, yaa akhi dan ukhti..
Bukalah kembali lembarannya..
Berprasangka baiklah..
Telusuri lagi kata-kata indahNya..
Dan diskusikanlah..

Semoga kita diberikan ketenangan dengan mengetahui bahwa Allah tidak menyia-nyiakan umatNa..
Amiin

*menanti waktu untuk dapat membaca buku bagian kedua*

PS: Buku ini udah susah banget dicari. Mencari bolak-balik ke toko buku online pun hopeless. Bahkan buku bagian keduanya saya musti titip ke teman di Bandung karena stock nya hanya ada di Gramedia Bandung, itu pun hanya tinggal 10 eksemplar.
Saya lalu temukan ada e-book nya di sini
http://www.4shared.com/file/KAeaA07f/Ebook_-_Aku_Beriman_maka_Aku_B.html

Advertisements

6 thoughts on “Aku Beriman, Maka Aku Bertanya (Loosing My Religion#1)

  1. ehehehehe, musti pelan-pelan emang, Pan..Gapapa lah.. emang bukan tipe buku yang bisa dikunyah cepet..Aku juga punya dua-dua nya kok.. malah yang even angel ask juga punya..Alhamdulillah.. Cuma tadi iseng nyari e-book nya, eh dapet..bantuin buat temen2 yang susah nyari buku nya

  2. Buku ini keren! ๐Ÿ™‚ Saya baca dan ga berhenti nangis. Mungkin karena bawaan hati yg lagi sentimentil dan melo-dramatic akhir2 ini,, lebih ‘nyess’ di tiap katanya.. Nice posting.. ๐Ÿ™‚ Salam kenal juga ya.. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s