Satin Merah

yang bisa menjadi mengerikan adalah obsesi yang tak tekendali

hal ini yang membuat saya merinding selama tiga jam membaca habis novel ini
yup, tiga jam
tiga jam dalam keremangan mati lampu di malam minggu
main internet ga bisa
nonton teve ga bisa
akhirnya memaksakan membaca dengan lampu darurat karena kelimpungan mati gaya

mati gaya gara-gara mati lampu
lalu membaca tentang orang-orang mati
terbunuh
karena ilmu yang terserap
demi mimpi menggapai energi putih
agar sanggup melambaikan harga diri yang terlajur dicabik obsesi
demi menjadi significant

siapa mengira kecemasan akan punahnya sastra Sunda bisa menjadi begitu memerihkan hati
bukan hanya karena banyaknya rasa cinta yang tertuang dari kelembutan bahasa nya
tapi juga dari keinginan menguasai
menjadi pahlawan budaya
menjadi significant

saya seperti dihadapkan betapa beratnya kehidupan remaja masa kini
dan semakin merinding memikirkannya

semoga tidak semua remaja serapuh Nadya
semoga setiap orangtua mampu merengkuh hati setiap anaknya
sehingga bulu kuduk yang berdiri hanya bisa didapati saat membaca novel saja
di tengah mati nya lampu
bukan di tengah-tengah ketakutan menghadapi kenyataan dunia yang semakin sakit
semoga

***
Gaya dua penulis ini membangun ceritanya manteb banget
Tema yang sangat diluar kebiasaan
Penjabaran akan banyak hal yang mustinya didapat dari hasil research tidak membuat saya merasa dijejali fakta dan data
Banyak juga petuah bagi mereka yang ingin terjun di dunia tulis menulis *mengacungkan tangan* yang sekali lagi, disampaikan dengan cerdas tapi tak menjadikan pembaca nya merasa digurui

Rasa merinding nya, pas
Ketawa-ketiwi nya, pas
Manis nya, pas
Miris nya, pas
Hikmah nya, luar biasa paaaaaaas
Sinergi dari dua penulis yang mantab..

Pokoknya suka banget sama novel ini
Suka, suka, suka..

Makasih buat ayu yang sudah menghibahkan buku ini
*hugs*

ada beberapa quote yang betebaran di review teh Rini ini
intip di situ aja yak..
hihihihi
*dijitak Teh Rini*

Astrology


Dari suatu tempat antara butir atom dan ruangan hampa; dari kerlip bintang antara bujur malam dan lesap angkasa, engkau turun berjubah cahaya. “Meteor!” kata seseorang entah siapa.

Dari suatu tempat antara bujur malam dan lesap angkasa; dari gelung waktu antara gigil mimpi dan legup-legap jaga, engkau turun berjubah tiada. “Takdir!” Kata seseorang entah siapa. Takdir?

Aih. Katak mati, burung mati, pertemuan maya.


Jakarta, 1997
Hal.15
Daging Akar
Gus tf Sakai

33 Pesan Nabi: Jaga Mata, Jaga Telinga, Jaga Mulut

Love it..

Sejauh mana saya menyukai sebuah buku, mungkin bisa diukur dari sejauh mana buku itu ‘menyentuh’ saya.
Dalam hal ini, bisa jadi buku yang membuat saya menangis tersedu-sedu, atau membuat saya rindu, galau (halah), tertawa terbahak-bahak sampai terjengkang ataupun membuat saya merasa tertampar dan tertonjok karena banyak hal yang baru saya sadari ketika saya membaca buku tersebut.

Buku ini salah satu nya.
Hal yang bisa kita temui dalam keseharian, bisa menjadi pelajaran untuk kita mencerna hadits Rasulullah SAW.

Bukan itu saja, buku ini membuat saya tidak putus harapan.
Bahwa di tengah panas dan busuknya kehidupan yang ada sekarang, masih ada orang-orang yang tulus menjaga hati dan tindakannya hanya karena merasa Allah Maha Melihat.

Saya terenyuh sekali melihat gambar Pak Polisi yang matanya tertuju ke atas langit sambil berkata, “tapi Allah melihat”
Aduh, Pak.. Saya jadi malu sekali..
Banyak sekali hal-hal yang saya lakukan dengan niat Lillahi Ta’ala, tapi saat melakukannya, saya sering lupa kalau Allah melihat.
Saya pengen ikutan meluk Pak Polisi seperti dua anak muda dan tukang es dawet di akhir segmen cerita Korupsi.

Saya juga suka episode hantaran karena memang, sekecil apapun pemberian kita, jika diberikan dengan tulus, pasti yang menerima akan senang, dan imbalannya, hati kita akan terasa sangat lapang mengetahui orang tersebut senang dengan pemberian kita.
Tidak perlu imbalan dalam materi, melihat senyum tulus mereka saja kita sudah luar biasa senangnya.

Dan analogi yang disampaikan di Etika Menawar… Aih, cerdas banget!

Dan… eng, ing, eng… yang paling saya suka tentunya, episode Sebab Hujan.. Tanya kenapa? baca ajah buku nya..
xixixixiixixi

PS: suka banget cara nulis “ELHOH” nyaaaaa.. bwaahahahahaha..