The Turk and My Mother (Si Turki dan Ibuku)

Ya, ampun!!
Keluarga ini ribet bener, yak!

Sepanjang cerita yang ada di kepala cuma, “lho, jadi sebetulnya ini anak siapa? ini fokusnya lagi menceritakan apa sih?”
Dan walaupun diambil dari sudut pandang Georgie, tapi nyaris keseluruhan cerita terasa seperti racauan Jelena, atau yang sering dipanggil keluarganya sebagai Staramajka.
Belum lagi alurnya yang maju mundur loncat-loncat tak terkira membuat saya hampir menyerah dan lebih memilih untuk tidur dibanding keterusan pusing memikirkan drama yang terjadi di keluarga ini.

Jelena mempunyai dua orang putra, Josef dan Marko. Mereka tinggal di Novo Selo, Kroasia. Josef menikah dengan Agnes, gadis di desanya. Di saat Agnes sedang mengandung Madeline, Josef memutuskan untuk pergi merantau ke Amerika demi mencari rejeki. Tapi lalu perang bergejolak di Eropa dan menyebabkan Marko harus mengikuti wajib militer.

Tak ada kabar dari Josef
Juga dari Marko
Lalu diputuskan oleh kepala desa, rumah mereka yang kini hanya ditinggali oleh tiga wanita dalam generasi nya masing-masing, Jelena-Agnes-Madeline, dijadikan tempat tinggal sementara bagi desertir perang asal Turki, Tas Aklubut.
Agnes sekuat tenaga menahan hasratnya akan orang asing yang memesona nya, terutama saat ia menghadap timur dan menempelkan kepala nya ke tanah, berdoa.

Untungnya, perang berakhir.
Josef memberi kabar dan tiga wanita tersebut pun menyusul ke Milwaukee.
Dan lahirlah Georgie tak lama setelah mereka sampai di benua baru tersebut.
Lain halnya dengan Marko.
Walaupun ia masih hidup, menikah dengan Nadya Pitkin, dan memiliki anak laki-laki, ia tidak juga berani mengirim surat kepada keluarga nya.

Belum lagi ternyata Josef mempunyai anak perempuan, Katarina, saat Agnes masih jauh di tanah leluhur.
Kata dan ibunya, Anica, disembunyikan diam-diam dan hanya Josef dan Jelena yang tahu.
Kata yang diam-diam diidamkan Georgie tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Kata yang terpaksa menikah dengan orang lain setelah melihat nama ayahnya sama dengan ayah Georgie di akta pembaptisannya.

Semua cerita tidak dituturkan berunut sehingga membuat saya agak tersesat.

Tapi latar belakang yang bersetting dari awal 1900an ke 1980an dijabarkan dengan detail, tragedi demi tragedi yang terjadi diceritakan dalam humor, akhir cerita yang mudah ditebak pun tetap membuat saya sedikit tersenyum geli.

Pengalaman yang hampir mirip saat saya membaca Sejarah Singkat Traktor dalam Bahasa Ukrania.
Apa ini ciri khas penulis Eropa Timur ya?

Bikin kita mikir, “Duh, duh, duh.. Keluarga ini bener-bener rempong deh!!”

http://www.goodreads.com/review/show/177889460

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s