The Unknown Errors of Our Lives: Kesalahan-Kesalahan yang Tidak Diketahui dalam Hidup Kita

satu kesalahan, hanya satu, dan semuanya berubah

apakah ada satu kesalahan yang membuat hidupmu berubah?
kesalahan yang bahkan bukan dibuat oleh diri kita tapi mempengaruhi hampir keseluruhan cara pandang kita pada kehidupan

sudah 15tahun lebih, saya masih berkutat pada penyesalan atas kesalahan tersebut
masih selalu ada “kalau aja” dibenak yang menjadi hantu saat saya memandang hidup
walau sudah coba untuk ikhlas, dan rasanya saya sudah ikhlas, tapi tetap saja, nyaris keputusan-keputusan penting dalam hidup saya diambil atas pertimbangan kesalahan itu
apalagi dengan begitu banyaknya kejadian di sekitar yang mengingatkan terus menerus

keputusan-keputusan yang juga sudah dipertimbangkan baik-baik oleh para perempuan dalam 9 cerita pendek ini
perempuan-perempuan india yang hidup di amerika
berkutat sekuat tenaga untuk tidak membuat kesalahan dalam hidup mereka
berjuang mempertahankan tradisi leluhur namun tetap bisa diterima masyarakat yang terkenal dengan kemajuan dan modernitas nya

divakaruni sukses membuat saya ikut bergelut dalam carut marutnya hati dan pikiran mereka
saya suka cara nya bercerita
tidak seindah saat saya membaca pallace of illusion, memang
tapi tetap indah..

buat saya, buku ini sangat dalam maknanya
karena bercerita tentang keluarga dan cinta
karena sebesar apapun kesalahan yang dibuat dalam keluarga kita, semoga kita semua punya cinta yang cukup untuk memaafkannya

amiin

-10092011-

Kereta tidur

sejujurnya aku tersesat membaca buku ini

dalam kedalaman makna kata-kata
yang bagaikan perangkap dalam gelap suram nuansa

tentang tujuan hidup
mengapa kita ada di bumi Tuhan
apa yang diharapkan kala manusia diciptakan

tentang perselingkuhan yang terlalu sering menjadi tema
dalam buku cerita, dalam film, dalam infotainment, dalam kehidupan nyata di depan mata

tentang kehilangan yang mengurung hati dan melemparkan tubuh dalam kuburan yang digali sendiri
terkukung dalam mencari cara melenyapkan rasa tentang yang tak ada

tentang kesempurnaan fana yang hanya bisa didapat jika kita membuat gila diri sendiri

tentang mencari arti dan makna
untuk cinta
kebersamaan
pertemuan
perpisahan
kejadian

tentang rasa ingin pulang
karena rindu
karena cinta

ah, jadi ingin pulang
kemana bahu mu tersedia untukku bersandar
#eaaa

http://www.goodreads.com/review/show/184790337

Weedflower

Loneliness
Ultimate boredom
Dread of changes

Sumiko was surrounded by loneliness even before the bombing of Pearl Harbor.
Being a Nikkei was a hardship for her teenage life.
Especially when it comes to relationship among her American friends.
One birthday party invitation is enough to make her feel the acceptance despite her origin.

Apparently, it hurts more than Sumiko ever thought when she found out that the invitation was a mistake.
She then ran in to her family fields where they grow flowers for living.
It’s the place where she always feel the best.

But then they had to give it up when US Government force their family and other Nikkei to gather in a camp.
Even after they get rid off any Japanese ornaments to prove their loyalty as US citizen.
She didn’t know what might be consider “disloyal”. If notebooks with Japanese letter were somehow disloyal, then was a Japanese silk fan also bad? And what about her kimono? Surely there was nothing dangerous about her kimono. She picked hers up, but then decided to push it far back into her closet. -page 51-

In the camp, they feel scared.
There’s so many uncertainty coming in front of them.
When they’re shipped to internment camp in Arizona, to an Indian reservation, the uncertainty felt less than before as the gov said it is permanent.

Sumiko also thought that she will get a long with children her age in the camp, since they’re all Nikkei anyway.
But she was wrong.
She’s confused of where she should belong.
Let alone, she felt the strange comfort with an Indian boy, Frank.
He, himself feel odd of the curiosity of Sumiko’s life, especially her gardening skills.
It’s a dilemma when he feel threatened by the camp that took the Mohave’s area but also in need of making the irrigation better for their land.

Later then, Sumiko doesn’t care.
As long as she can do something she loves so much, growing flowers
Maybe she would never fit in with most kids. But the funny thing is, she didn’t care, because she was too excited (with the garden). -page 150-

There are so many things to learn in this book.

About the friendship Sumiko was trying to build with anyone despite their origin.
Friendship was really different from the way she had envisioned it all these years. It seemed a lot more complicated. She’d thought friends just hung around together and held the same opinion on just about everything. -page 163-

About how to handle the changes upon us
The world of change you accept changes that can’t be helped. You suffer so you can learn, and you learn so you can be a better person in your next life. -page 64-

How to deal with ultimate boredom
What can you do when everything you want is definitely out of reach? you become lazy -page 188-
The ultimate boredom wasn’t dread of the next year of what the government might do next year or of what the government might do next; it was dread of your mind, dread of the next day, the next hour, the next minute. You could loose your mind at any time. -page 127-

Maybe, it’s just the matter of how we see things.
If we ever try to envision something deep beneath, we might be holding hands all this time instead of putting finger on to someone else’s face.
Maybe…

-04092011-
can’t wait to read the Indonesian version

The Turk and My Mother (Si Turki dan Ibuku)

Ya, ampun!!
Keluarga ini ribet bener, yak!

Sepanjang cerita yang ada di kepala cuma, “lho, jadi sebetulnya ini anak siapa? ini fokusnya lagi menceritakan apa sih?”
Dan walaupun diambil dari sudut pandang Georgie, tapi nyaris keseluruhan cerita terasa seperti racauan Jelena, atau yang sering dipanggil keluarganya sebagai Staramajka.
Belum lagi alurnya yang maju mundur loncat-loncat tak terkira membuat saya hampir menyerah dan lebih memilih untuk tidur dibanding keterusan pusing memikirkan drama yang terjadi di keluarga ini.

Jelena mempunyai dua orang putra, Josef dan Marko. Mereka tinggal di Novo Selo, Kroasia. Josef menikah dengan Agnes, gadis di desanya. Di saat Agnes sedang mengandung Madeline, Josef memutuskan untuk pergi merantau ke Amerika demi mencari rejeki. Tapi lalu perang bergejolak di Eropa dan menyebabkan Marko harus mengikuti wajib militer.

Tak ada kabar dari Josef
Juga dari Marko
Lalu diputuskan oleh kepala desa, rumah mereka yang kini hanya ditinggali oleh tiga wanita dalam generasi nya masing-masing, Jelena-Agnes-Madeline, dijadikan tempat tinggal sementara bagi desertir perang asal Turki, Tas Aklubut.
Agnes sekuat tenaga menahan hasratnya akan orang asing yang memesona nya, terutama saat ia menghadap timur dan menempelkan kepala nya ke tanah, berdoa.

Untungnya, perang berakhir.
Josef memberi kabar dan tiga wanita tersebut pun menyusul ke Milwaukee.
Dan lahirlah Georgie tak lama setelah mereka sampai di benua baru tersebut.
Lain halnya dengan Marko.
Walaupun ia masih hidup, menikah dengan Nadya Pitkin, dan memiliki anak laki-laki, ia tidak juga berani mengirim surat kepada keluarga nya.

Belum lagi ternyata Josef mempunyai anak perempuan, Katarina, saat Agnes masih jauh di tanah leluhur.
Kata dan ibunya, Anica, disembunyikan diam-diam dan hanya Josef dan Jelena yang tahu.
Kata yang diam-diam diidamkan Georgie tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Kata yang terpaksa menikah dengan orang lain setelah melihat nama ayahnya sama dengan ayah Georgie di akta pembaptisannya.

Semua cerita tidak dituturkan berunut sehingga membuat saya agak tersesat.

Tapi latar belakang yang bersetting dari awal 1900an ke 1980an dijabarkan dengan detail, tragedi demi tragedi yang terjadi diceritakan dalam humor, akhir cerita yang mudah ditebak pun tetap membuat saya sedikit tersenyum geli.

Pengalaman yang hampir mirip saat saya membaca Sejarah Singkat Traktor dalam Bahasa Ukrania.
Apa ini ciri khas penulis Eropa Timur ya?

Bikin kita mikir, “Duh, duh, duh.. Keluarga ini bener-bener rempong deh!!”

http://www.goodreads.com/review/show/177889460