sang matahari



kamu pernah bertanya dimana gerangan matahari

dan aku berlari sekuat tenaga ke timur
meski hingga kini, aku tak tahu apakah aku sesungguhnya pernah terbit menghangatkanmu
tapi itu tak lagi menjadi penting, bukan?

kamu pernah bertanya apa Tuhan mendengarkan doa umatNya?
dan tak lelah aku menengadahkan tangan
kamu yang bersinar terang sekarang, bukti bahwa Tuhan mendengarkan, bukan?
meski belum tentu hanya aku yang meminta

kamu pernah bertanya apa artinya bersabar
dan aku melepaskanmu
hingga kini, apa esensi bersabar (akan kamu), aku pun tak mampu menelusurinya
tapi itu tak lagi menjadi gundahku

aku tetap ingin menjadi matahari
meski bukan padamu selimut hangat ku bentangkan
aku tetap ingin berdoa
meski bukan akan dirimu yang aku panjatkan
aku tetap ingin bersabar
meski bukan hatimu yang aku tunggu

Advertisements

7 thoughts on “sang matahari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s