Toss!!

Sudah beberapa tahun ini saya memutuskan untuk tidak lagi bersalaman dan bersentuhan fisik dengan yang bukan mahram
Kapan tepatnya, i dont recall it
Agak sulit memang, mengingat perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan multinasional dan banyak bule seliweran
Jadi sebelum saya mengkhatirkan pada supplier import yang saya tangani, saya cemas menghadapi apa yang ada di dalam gedung

Dimulai ketika ada yang berulang tahun, atau ketika ada karwayan baru yang diperkenalkan
Saya mengatupkan tangan saya di dada
Dan tetaplah tangan saya di sana walaupun lawan saya telah mengulurkan tangannya
Saya berikan senyum sambil berharap cemas mereka mengerti

Bahkan ketika bos bule saya mengernyitkan dahinya saat saya hanya mengucapkan selamat tinggal pada staff yang akan pensiun, saya hanya melirik sekilas
Saya lihat dia bertanya pada salah seorang manager sambil memainkan dagunya menunjuk pada diri saya
Saya lihat manager tersebut berusaha menjelaskan
Saya terlalu jauh untuk mendengar percakapan mereka
Tapi saya lihat beliau mengangguk
Mudah-mudahan itu artinya beliau mengerti

Sekali dua kali, lama-lama saya menjadi tak peduli
Mereka mengerti atau tidak
Saya tetap akan mengatupkan tangan saya di dada saya

Agak sulit ketika berhadapan dengan para staff yang sudah tua
Terutama rekan kerja yang sehari-hari kita saling bantu
Mereka sudah saya anggap Bapak sendiri
Sampai saat ini pun saya masih canggung setiap mereka mengulurkan tangan
Taktik maksimal yang bisa saya lakukan dalah mencium tangan mereka seperti saya mencium tangan orang tua saya

Berhadapan dengan supplier bule malah tidak mengkhawtirkan sama sekali
They take it easy..
Saya pun akhirnya bisa dengan santai tetap mengatupkan tangan saya di dada
Begitupun dengan supplier lokal..

But then again, tidak semudah itu ternyata
Kadang, saat saya sedang dilanda euforia, terutama saat berhasil menyelasaikan suatu tantangan dengan suatu tim

Toss!!


There it goes..the high five..

Terakhir adalah saat kejadian Jumat sore kemarin, setelah dua minggu tim saya berkutat dengan jadwal pengiriman dari supplier yang attitude nya ga masuk di akal,
Si Bos purchasing akhirnya kena getahnya..
Beliau akhirnya merasakan kekurang-ajaran si supplier
Dia membawa langkah tegap menuju ruangan bos saya
“Gue ngerti akhirnya kenapa si Didiet ampe kayak begitu keselnya.. Ni orang emang ga sopan.. ##^*^%^##$#&*($^%$*^#!!!”
bwhahahahahaha..
Maafkan, Pak.. Bukannya saya senang bapak dikurang-ajarin oleh si supplier, tapi entah kenapa saya puas karena artinya saya tidak perlu lagi berbusa-busa ngadu mengenai supplier ini..
Spontan, saya pun mengajak beliau untuk high five
Si Pak Bos Purcashing yang keturunan Tionghoa dan non muslim ini melihat high five saya dan malah merespon dengan kata-kata berikut, “lo bukannya ga mau sentuhan ma cowo, Diet?”
Jiaaaaaaaaaaaah…
*getok diri sendiri*
*menundukkan kepala, malu*

Advertisements

6 thoughts on “Toss!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s