Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI

miris…

Saat saya baru saja mengawang-awang ingin membuat review buku ini, saya dibuat terhenyak oleh kabar dua saudara perempuan kita dari Indonesia yang bernasib sangat jauh dari mujur

Ruyati binti Satubi dan Darsem adalah dua dari sekian banyak TKI di Arab Saudi yang menerima ketidakadilan hukum di negara tersebut

Alm Ruyati yang membunuh majikannya telah terpancung Sabtu, 18 Juni kemarin.
Sedangkan Darsem diberi ‘keringanan’ dengan membayar denda 4.7 M agar bisa terhindar dari hukuman pancung..

Miris sekali..
Saya jadi merasa bersalah karena sepanjang membaca buku ini, saya terbahak-bahak, bahkan kalau bisa meminjam kata-kata Vibi, saya ngakak sampai terjengkang setiap kali Vibi menceritakan pengalaman-pengalaman uniknya yang disampaikan dengan bahasa yang sangat enak dibaca.
*padahal sebagian besar buku ini saya baca di angkot, coba aja tuh bayangin gimana kejengkang di angkot*

Saya terenyuh betapa banyak hal-hal yang dialami Vibi sebetulnya terjadi di sekitar saya sendiri, meski dalam taraf yang tidak sekurang ajar di Saudi.
Tapi saya malah tertawa akan kejadian-kejadian aneh yang seharusnya membuat orang yang mengalaminya merasa tersiksa sampai ke ubun-ubun..

Sungguh, sampai tadi sore sebetulnya saya ingin membuat review yang menyenangkan tentang buku ini.
Tadinya ingin saya taburi dengan cukilan dari halaman-halaman yang membuat saya tertawa seperti orang gila di angkot.
Tapi menonton berita Rayuti dan Darsem malam ini di TV One, saya hanya bisa tercenung..

Ahh, kemana perlindungan yang seharusnya bisa diberikan bagi saudara-saudara kita yang mengadu nasib di negeri orang?

Innalillahi Wainnailaihi Raji’un..

Mudah-mudahan saya bisa membuat review yang jauh lebih menyenangkan untuk buku ini suatu saat..
Mudah-mudahan, itu artinya, saudara-saudara kita di sana bisa bekerja dengan lebih tenang..

Amiin..

* review di Goodreads

Advertisements

2 thoughts on “Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI

  1. lengkap sudah dengan ketidakberdayaan pemerintah menghentikan arus TKI dari agensi liar.lengkap sudah dengan ketidakmampuan pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan di dalam negeri.lengkap sudah dengan ketidaktegasan pemerintah membela warga nya dari ketidakadilan hukum di negara lain.lengkap sudah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s