Bisiki dia, Tuhan..

Bisiki dia, Tuhan..
Bahwa maafnya adalah jalan
Jalan menuju rumahMu

Bisiki dia, Tuhan..
Bahwa maafnya adalah mutiara
Mutiara yang menyinari hidupku

Bisiki dia, Tuhan..
Bahwa maafnya adalah harapan
Harapan ‘tuk jelang hari esok

Bisiki dia, Tuhan
Bahwa maafnya adalah angin
Angin yang bersihkan debu di hatiku

1 Syawal 1423

***
Menemukan kertas ini lagi tadi pagi, ketika membenahi rumah yang sedang direnovasi, di dalam amplop coklat lengkap dengan cap pos kilat
Oh, well.. mungkin aku pun musti membenahi hati
Bersama dengan lembaran-lembaran lain racikan hatinya untukku,
Mungkin sudah saatnya dijadikan debu..

It’s time to really let you go..
Sanggupkah?


gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s