Good Omens: Pertanda-Pertanda Baik

tadinya lupa kalo udah beli buku ini pas discount Gramedia GI Desember kemarin
eh, pas tau Rhe dan Azia lagi baca, ikutan deh..

lama banget nyelesain buku ini
ga jelas juntrungannya
ngalor ngidul kesana kemari
nama-nama bersliweran ga karuan
apalagi pas menentukan nama untuk Empat Pengendara Motor Hari Kiamat lainnya
wakakakakak, nyinyir banget deh leluconnya

buku gila tentang kiamat
berisi cerita tentang satu malaikat dan satu iblis yang gila
peramal aneh dan pemuda polos yang ga punya tujuan hidup
empat anak umur sebelas tahun yang menjalani hidup yang ‘biasa’
Laskar Pemburu Penyihir dan Madame Tracy yang weirdo
ah, entahlah

buku yang aneh!!

Ranah 3 Warna

tanggal 23 January buku ini diberikan Mba Nina pagi-pagi sekali ke meja kerjaku..
makasih ya mba Truly dan Ijul yang udah mau direpotin..
wah, sampulnya keren yaa, penasaran apa maksud ranah3warna dan arti sepatu plus daun-daun maple nya
menyembul kemudian si pembatas buku nya
wah!keren!
dan ketika menelusuri detail buku untuk mencari tahu siapa pewajah sampulnya, eh, eh ada nama yang aku kenal di deretan nama yang ada di halaman tersebut..
hihihihi *diceburin ke kolam renang*
setelah mengintip petanya, mulai deh nebak judulnya ini kemana

baru mulai baca setelah Good Omens yang ga jelas itu rampung, itu juga karena sambil nungguin Mba Rili selesai marah-marah sama provider logistic (ARGGHHH!!!)
ga kerasa udah 70an halaman selesai dibaca sebelum meluncur ke pempek Gaby di Bekasi (ga penting info nya nih)
diteruskan lagi pas nungguin yang janji mau bawa Warna Langit datang di kolam renang sambil bersungut-sungut ga bisa ikutan nyemplung
hix, hix
terus kemudian membahas masalah spanduk itu.. ealah, ternyata ini tho yang bikin heboh di email.. hihihihi
salah cetak kali yaaa, kurang satu huruf doank, bu..

overall, aku suka banget buku ini
bahasa yang dipakai Mas Fuadi mengalir banget
ga kerasa kalau buku nya ternyata tebal saking asik mengikuti cerita petualangan jatuh dan bangunnya Alif
semua perasaan, pikiran, baik ataupun buruk yang sempat nangkring di kepala dan hati Alif disampaikan secara gamblang dan ga bikin Alif jadi sosok yang sempurna

sempet nangis waktu adegan Ayah Alif, sempet ikut bergelora waktu Alif ambil kerja serabutan demi membiayai kuliahnya, ikut berkeringat waktu digembleng bang Togar, cekikikan sama gaya antik Rusdi di Yaman, bersemangat pas nyari beasiswa, merasa nasionalis pas adegan upacara bendera, dan geregetan menanti nasib surat untuk Raisa saat wisuda

aku suka buku ini
membuat kembali merenung
hayo, dhee!!
sebelum pusing mikirin bagaimana bisa mencapai mimpi, bisa atau tidak
yang harus dipikirkan benar-benar, MIMPI nya itu sendiri apaaaaaaaaaa?

semangaaaaaaaat!!

ga salah juga buku ini aku hadiahkan ke Mas Ferry yang mau resign
bunch of thanks ya, Bos!
i owe you , like, A LOT!!!!
you’re one of the persons who’d packed my parachute
sedih juga sih, tapi setiap orang harus mengejar mimpinya, no?
semangat ya, Bos!!

****
ada beberapa kalimat yang saya tandai di buku ini
diantaranya:
Aku akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa hidup itu masalah penyerahan diri. Kalau aku sudah bingung dan capek menghadapi masalah tekanan hidup, aku praktikkan nasihat Kiai Rais, yaitu siapa yang mewakilkan urusannya kepada Tuhan, maka Dia akan ‘mencukupkan’ semua urusan kita. ‘Cukup’ kawanku. Itu yang seharusnya kita cari. Apa artinya banyak harta tapi tidak pernah merasa cukup? Itulah janji Tuhan bagi orang yang tawakal. Aku ingin tawakal sempurna. Aku ingin dicukupkanNya segala kebutuhan.
Hal.35

Aku anak kampung yang miskin, tapi tidak mengenal kemiskinan akut perkotaan. Sesusah-susahnya aku hidup di kampung, kami punya baju layak dan selalu ada sanak saudara yang akan memberi sekedar makan
Hal.161
Nah, ini jawaban atas pertanyaan kenapa banyak banget yang miskin di desa tapi ada yang tetap leha-leha ada yang kerja banting tulang..

Bahwa meminjam itu lebih berbahaya daripada meminta. Begitu kita meminta, apapun obyeknya, pasti telah diputuskan untuk diberikan oleh yang punya. Semua terang benderang. Ada ijab dan kabul. Ada yang ikhlas memberi dan ada yang ikhlas menerima. Tapi ketika sesuatu dalam status dipinjam, tidak ada kata putus di sana. Mungkin selalu ada benih konflik yang ikut tertanam bersama meminjam. Dia bisa beracun dan laten.
Hal.172

Segala sesuatu ada waktunya. Aku ikhlaskan tangan Tuhan menuntunku meraih segala impian ini
Hal.461

Jarak antara sungguh-sungguh dan sukes hanya bisa diisi dengan sabar.
Hal.468
***

ga jadi bintang empat, bintang lima aja deh
hihihihi
*takut sama lirikan di kolam renang*
wakakakak

Kisah-Kisah Tengah Malam

Jujur, ga pernah denger soal Allan Poe sama sekali sebelum gabung Goodreads.
Itu pun setelah direkomendasiin sama Mei (dan belum sempet kepinjem juga.. hehehehe.)

Akhirnya beneran tertarik gara-gara liat status Mei yang akhirnya juga menyebabkan saya dihadiahkan buku ini oleh kak Roos.. yeaa!!
Makasih Kaaaaak..

Pas banget lagi pengen baca yang serem-serem dan kehabisan buku nya Stephen King di tangan (gayaaaa, padahal baru baca dua buku King), jadi benar-benar berharap dapat cerita yang mencekam..
Dan ternyataaaaa…
Jreng, Jreng, Jreng….

Baca cerita pertama, Gema Jantung yang Tersiksa (baca versi bhs inggrisnya di sini)bikin bilang, “Wew!!Kayaknya seru nih buku!!”
Tapi beralih ke Pesan dalam Botol , kok agak turun yaa ketegangannya.. Walaupun masih bicara tentang ketakutan dalam diri sendiri, tapiii..errwww, ga dapet goosebumpsnya..

Di Hop Frog, saya merasakan menakutkannya dendam, liciknya sakit hati, tapi masih juga kurang seram..
Juga sudah berharap-harap adanya horor di Potret Seorang Gadis karena, hey!, siapa yang ga ngerasa serem sama lukisan potret? dih, yang kebayang mah si Manis Jembatan Ancol aja deh.. phew, tapi lagi-lagi hanya sekedar lewat horornya..

Lalu ikutan mabok oleh detail di Mengarungi Badai Maelstrom , jadi kepo di Kotak Persegi Panjang , sotoy bareng si Mummy , merinding ga ngerti di Setan Merah, dan baru tahu kalo mitos Kucing Hitam itu udah ada laamaaa banget yaa..

Nah, di Jurang dan Pendulum ini nih yang bikin pengen BANTING, LEMPAR, tarik nafas dalem-dalem, ngos-ngosan, mengumpat, BANTING lagi, LEMPAR lagi.. Dih.. TEROR!!
Tapi lalu mereda sejenak di Pertanda Buruk, bingung lagi di William Wilson, dan kembali sia-sia deg-degan di Rumah Keluarga Usher..

Satu hal yang saya bisa bilang tentang Edgar Allan Poe setelah membaca buku ini; Sinting!!
Ini orang detail banget, nyaris bikin kita percaya akan semua cerita yang dia tulis..
I would love to read another pieces from Poe..
Jadi saya akan menyimpan link ini, ini, ini dan ini

Special Thanks buat Bang Epi di reviewnya yang keren banget dan udah masukin link untuk baca edisi bahasa Inggrisnya
*baca bareng GRI bulan Januari 2011

Kisah Langit Merah

Kalo aja ga merasa terganggu dengan pengulangan beberapa dialog, saya akan beri 4 bintang untuk novel ini

Cerita yang sebetulnya biasa dan bisa ditemukan dimana saja
Anak miskin yang mengejar mimpi nya berbekal kasih sayang dan kerja keras orang tuanya
Perjuangan melawan diskriminasi etnis dalam masyarakat
Cinta pertama yang berlangsung lama tapi terbentur perbedaan agama *celingak-celinguk*
Petualangan seorang wartawan idealis yang terjebak dalam kotornya politik jurnalistik

See?
Biasa banget khan ceritanya?
Banyak anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang ataupun sama sekali tidak berkecukupan yang mengejar mimpinya *nunjuk diri sendiri*. Ada yang gagal, berhasil dan ataupun yang masih berjuang mencapainya

Tapi apakah semua diceritakan dengan bahasa yang tidak membuat kita merasa bosan dan malah menjadi terikat dengan para karakter di dalamnya?

Banyak pasangan dengan perbedaan agama. Banyak yang nekat melanjutkan dengan berbagai omongan miring dari pihak keluarga maupun masyarakat. Ada juga yang langsung memotong jalinan itu dari awal

Tapi apakah semua orang tua mampu seperti ayah Daria? Yang dengan hormat mengakui bahwa Langit adalah sosok laki-laki yang komplit untuk anaknya, namun dengan tenang selalu berpesan ”Mumpung berupa tunas, jangan diteruskan… Nanti kalau sudah berupa pohon besar yang lebat, menebangnya akan benar-benar susah dan akan lebih menyakitkan”
Kalimat yang tertanam dalam hati Daria yang membuatnya menimbang-nimbang hubungannya dengan Langit

Kita juga bosan melihat betapa media begitu banyak disetir oleh permainan kotor baik dari para pelaku politik, pelaku korupsi, atau bahkan dari pelaku media sendiri

Tapi apakah bahasanya disampaikan dengan lugas sampai meruntuhkan sikap apatis kita dan kembali merasa geram?

Entahlah, buat saya bahasa dan gaya bercerita Bubin lumayan enak ditangkap logika dan hati (jiaelah kalimatnya ngapa begini amat ya?)..
Cukup buat saya bertualang dalam setengah kisahnya di perjalanan ke kantor dan menghabiskan setengahnya dalam perjalanan pulang..
Alur maju mundur yang sedikit membuat kening berkenyit (he? ini ada di KBBI ga sih?) sebetulnya bisa menjadi daya tarik yang asik jika saja tidak diganggu dengan pengulangan-pengulangan beberapa dialog

Cerita biasa yang meninggalkan kesan yang pahit asam dan manis