The Messenger

Dapet buku ini gratis pas menyatroni Penthouse RaDal
Dibaca dalam perjalanan berangkat ke kantor senin pagi setelah Festival Pembaca Indonesia,
Lumayan..
Uniknya, kumpulan cerita ini ditulis empat orang dengan konsep cer-fet (cerita estafet)
Tapi pas baca, kayak ditulis sama satu orang
Entah ini artinya bagus, karena masing-masing penulis bisa merasuk pada gaya yang sama, atau malah jadi menunjukkan kalau masing-masing penulis jadi terkesan tidak punya gaya menulis yang khas?
Hmmmm..

Ceritanya ga jauh-jauh dari judulnya, chatting..
Dan juga, ga jauh-jauh dari.. (yea, raise your hands up!!cih..) cinta.. hehehehe

Pengen getok si Dodi, cabul amat sih mulutnya..
Pengen getok Rana, genit amat jadi cewe di chat room
Pengen getok Sofia, ganjen amat jadi cowo di chat room

Baca buku ini pengen nyanyi lagunya Beyonce, if i were a boy
*siap-siap tutup kuping

Advertisements

2 thoughts on “The Messenger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s