Burung-Burung Manyar

tertarik oleh buku ini karena ada teman yang bilang ga hepi ending
hehehehehe

kalau ada yang mengibaratkan Teto bagaikan Karna, mungkin ada benarnya..
tapi rasa sebel bin kesel ke Teto kayaknya ga sebesar ke Karna deh..
hihihihi
*sok2an bela Karna

walaupun tidak semua orang benar-benar mengerti,
tapi semua orang pasti punya alasan atas semua tindakannya

Teto punya sejuta kebencian pada Jepang
yang menghilangkan fisik Papinya, Kapiten Brajabasuki yang keturunan ningrat
juga menghilangkan ‘kesadaranan’ Maminya, Marice, indo Belanda yang setia pada ritual mistis keraton

tapi sebesar apapun kebencian Teto pada Jepang,
mana sanggup ia membenci Atik?
membenci sinar matanya, argumen-argumen cerdasnya yang kadang menjengkelkan saking gemasnya
walaupun Atik membela Republik, yang bagi Teto adalah pihak yang mengemis dan membungkuk pada Jepang, Teto tidak akan mampu membenci Atik

meski..
ahhh.. akhir yang tidak sungguh2 seperti saya harapkan
masih kurang tragis..terlalu manis..
ini mah tragisnya orang jawa..
heheehehehehe, tragis yang bagaimana tuh?
baca bukunya aja deh
^_^

PS: butuh berkali-kali baca soal penjelasan burung-burung Manyar
Masih ga terlalu mudeng sih.. tapi feelnya dapet
halah, opo tho?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s