bersama bulan

aku usapkan handuk basah pada tubuh yang tertutup abu
sia-sia

aku basuhkan handuk basah pada tubuh yang bersimbah darah
sia-sia

aku hamparkan handuk lebar pada tubuh yang membengkak busuk
sia-sia

aku gelar handuk besar untuk membungkus tubuh yang terpotong-potong
sia-sia

aku dekapkan handuk hangat pada tubuh yang lelah terjerang kepenatan kota
sia-sia

handuk-handukku tidak mampu mengeram cinta
yang cukup untuk membasuh hati yang lalai

meski berulang sujud tersembahkan
tak mampu menahan erupsi zaman
yang mengikis sedikit demi sedikit rasa peduli

bersama bulan
aku tercenung
menyeruput hangatnya secangkir coklat
menatap merapi yang tengah berucap
“kau kira kiamat akan sebahagia ini?”

*untuk arisan kata delapan
*gambar diambil dari
sini

Advertisements

First Love Forever Love

http://www.goodreads.com/review/show/99995602

Zhao Mei pergi ke Ukraina demi menebus dosanya karena tidak diterima di perguruan tinggi
Zhao Mei tinggal bersama Peng Weiwei karena dia satu-satu nya teman SMA nya yang dikenal
Zhao Mei tak sengaja terjebak dalam adu tembak mafia pelabuhan yang pada akhirnya mengenalkan dia pada Andrei- polisi Ukraina yang nantinya setengah mati mencintainya- dan Sun Jiayu, pengusaha pelabuhan yang dicintai mati-matian oleh Weiwei

Zhao Mei ‘mengkhianati’ Weiwei
Seluruh hati dia berikan pada Jiayu
Cinta segitiga yang menambah rumit permasalahan dibalik main kucing-kucingan antara mafia bisnis pelabuhan lain dan polisi

Zhao Mei menjadi orang bodoh,saya pikir
Jiayu juga menjadi orang bodoh
Weiwei apalagi

Entah kenapa saya tidak lagi percaya akan cinta yang membuat orang kehilangan akal
Mungkin karena satu-satunya cinta yang pernah saya rasakan hampir membuat saya mati berdiri
Mungkin karena saya belum pernah merasakan cinta seperti itu lagi
Mungkin karena saya sekarang percaya, sesungguhnya Allah pencemburu akan cinta umatNya yang terlalu terhadap sesuatu di dunia

Mungkin

tak mampu melipat waktu

derap ragu menyentil tanah pijak
limbung mencari jawaban
nyaris menjungkalkan akal

saksama menelusuri dalil impetus hati
bertanya pada pilar permainan
dan terhenyak diam

jika kala mampu melipat hari
akankah sampai pada gendang logika
bisikan hangat dari jabat eratku
menyambut pakta roman yang kau ulurkan

dan masih terhenyak diam
ikrar itu telah terucap
pada hati yang lain

*masih soal gundah gulana
*salah satu post di sini
*gambar diambil dari sini

panorama cemas

menggeriap
bunga yang bersahaja usai saat fajar mengetuk
aku menggelimang dalam keingintahuan
cemas

waktu pun terukir dalam lukisan lembayung
tubuh terhempas ke atas dipan empuk
selesai sudah geliang-geliut nalarku
dalam rihat cemas datang

il est pleur, mon amour
riuh terdengar derainya merindu
cemas

terpaku
berenang mencari arti
dalam bening putih susu kedua bola matamu
yang terdata dalam bunga semalam
cemas

panorama muram melilit hati
terpampang dalam cemas
engkau?
sekarang?
mengapa?

*untuk arisan kata enam*

* diiringi 8 alunan Monita Tahalea*

Kitchen

sebatang kara

itu yang dirasakan Mikage saat dia bersembunyi di balik hawa sejuk lemari pendingin
dapur menjadi tempat ternyaman bagi Mikage setelah neneknya meninggal
menyusul kakek dan orangtuanya yang lebih dahulu pergi

Mikage sendirian
kehilangan
bingung
rapuh

semakin merasa sebatang kara saat terpaksa mengenal Yuichi dan ‘ibunya’, Eriko
pemuda pendiam dan ‘perempuan’ dengan pesona luar biasa
pemuda sederhana yang akhirnya juga merasa sebatang kara karena kematian yang luar biasa

perasaan sebatang kara yang ada pada Mikage dan Yuichi digambarkan begitu rapuh tapi kuat menyergap
sehingga masing-masing mereka tidak sadar dalam ketakutannya, mereka jatuh cinta

dan saya suka sekali pada cara Banana menyampaikan ‘kejatuhcintaan’ mereka berdua
ringan, seringan fisik bukunya
tapi ah, jatuh cinta yang sederhana
sampai rela memanjat pagar..

*mulai ngayal ga jelas.. dasar delusional!!!

PS: sebetulnya ada dua cerita di buku ini
tapi karena cerita satu nya saya anggap tidak terlalu penting, ga usah diceritain deh yaa
malah ngurangin bintang.. hehehehe
pol in lop sama Yuichi..

*obral buku murah gramed matraman, 15ribu ding ternyata.. hehehehe
http://www.goodreads.com/review/show/121424637