The Color of Earth—Warna Tanah (Buku 1)

gelisah….
ehwa

gelisah saat kutemukan adanya perbedaan
ada sesuatu yang mereka punya
kami tidak
ada sesuatu yang kami punya
mereka tidak

gelisah saat kudengar nyanyian sumbang
yang mengandaikan ia bagaikan kumbang
TIDAK!!
ia bukan kumbang
ia adalah bunga labu
yang aromanya tertebar menarik perhatian
tapi hanya untuk yang tertuju
agar selalu merindukannya
dan selalu kembali dengan luapan cinta

gelisah
di tengah hujan kebimbangan meraja
hollyhock yang tumbuh perlahan
telah terselimuti tiger lily yang merekah di seluruh pegunungan
dan saat Camellia membawa perpisahan
aku makin gelisah

aku mulai ranum merekah
dan hujan pun kembali menyentuh dasar hati
memaksaku untuk menerbarkan bibit tiger lily yang baru

namun ternyata
ada akar yang harus kupangkas
agar bibit itu bisa mulai tumbuh segar

benarkah dia akan tumbuh segar?
atau hanya akan pergi karena akar lama tak benar2 terpangkas?
akankah hujan membawa jawaban?

gelisah…
dhee

aku melihat dua insan polos yang guratannya berada di halaman awal
aku jatuh cinta pada kegelisahan di raut wajah mereka

namun semakin carik demi carik kertas ini tersibak,
alih-alih, aku yang menjadi gelisah

entah karena ornamen-ornamen sakral perempuan yang diceritakan dengan kepolosan yang indah namun menggelikan
entah karena tiap bingkai yang tercipta dari gambar-gambar indahnya
entah karena melimpahnya puisi tentang kami,
wanita
bunga
hujan
dan kegelisahan kami

entah..
yang jelas aku gelisah
karenamu kah?
entah..

***********************************************************************

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s