sepipun berdendang

gaduh..
jauh kudengar keluhannya
walau pelan namun sanggup membuatku menutup telinga rapat-rapat

tak bisakah dia diam?
dan mencoba mengecap malam ini..
nikmati kelamnya langit
meski membawa nuansa pahit masa lalu

tapi masih kudengar gaduh..
air mukanya yang sendu mengeluarkan cacian sia-sia
bahkan nyamuk-nyamuk berdengung marah
berkeliaran di sekeliling telinganya
muak
seakan ingin berkata,
“cukup!”
“hentikan!!”

lalu tiba-tiba mereka terkapar
terbunuh oleh hujan makian
tak sanggup lagi menghisap manisnya kata pujian

dan masih gaduh terdengar
satu demi satu ia kumpulkan kecewa
dan ia rangkai dalam racauan yang bising
sialnya, ia sangka telah membentuk simfoni

hah!
aku rasa ia takkan sanggup keluar dari hutan ini
belantara syak wasangka telah menyesatkannya
ia tak kan sanggup pulang

tidak malam ini
tidak esok pagi
tidak lusa
tidak selamanya

karena hingga kini ia masih bersenandung nestapa
layaknya mantan biduan yang kehilangan panggung pentasnya

apa dapat dikata,
kala akal kehilangan asanya

telingaku pun memerah panas terbakar jutaan cercanya
menutup telinga rasanya sia-sia
menyerah pasrah
tak sanggup membuka simpul misteri mimpi buruknya

kuhujam jantungku,
dan nyaman sepipun berdendang


*mencoba arisan kata*

Advertisements

29 thoughts on “sepipun berdendang

  1. meillyssach said: bagus mbak syairnya. Salam kenal yo ^_^kalo mbaknya ikutan arisan kata, bole mei add tak ?

    wah.. Makasih meily.. Boleh kok di add.. Hayyuk, mari, mari.. Sajaknya mei udah jadi? Hehehe.. *Winkwink*

  2. sweetdhee said: he? Serius?Wah, lgs minder..

    @bandel02: dipanggilnya abang? Serius? Kok profpic nya akhwat?hi3.. Saya jd bingung*garuk2 kepala*@topan: masa’ iya, pan? Ealah, beneran minder deh aq..*gr bgt! Emangnya anak2 FLP ada yg nengok ke sini,gt? Hi3*

  3. sweetdhee said: he? Serius?Wah, lgs minder..

    *garuk2 kepala yg ga gatel*dibales di sini tho komenku wkwkwk.. Semua bisa kok, mbak yu coba telusuri puisi2mu cari letak kekuatan kata2nya..Bagi mei, mbak yu berbakat kok. Tulisannya ada rasa dan nuansa. Tinggal sering diasah dan dibiasakan.Punya mei itu msh kaku mbak, liat deh karena terlalu terikat rima jdna keliatan maksa. Mei tau mei kuat di rima tp mei harus belajar menyelami kata supaya nuansanya kena n bisa bicara dgn kata hehee..Met belajar n terus smangat ya mbak. Kamu pasti bisa^_^

  4. sweetdhee said: he? Serius?Wah, lgs minder..

    hihihihi… ada dua mei disini..sastrapertala itu juga mei namanya..^_^tapi bener kok, punya meily juga bagus vocabnya*itu yang aku ngerasa kurang, masih mentok sama stok kata2 yang aku tau*beneeeer juga kalo meily kuat di rima, justru itu yang jadi tantangannya biar bisa dicocokkin sama kosakatanya khaaan?mariiii, kita sama-sama mengasah yaaasaling belajar dan mendukung masing2..semangaaaat!!!!

  5. sweetdhee said: he? Serius?Wah, lgs minder..

    Tuh kan bener wkwkwk muaapphh salah tafsir.. Jd malu dah neh*blushing, ngumpet dalam selimut*iya mbak yu jgn nyerah yo. Pokoke punyamu bakal makin mantablah kl terus diasah. Mbak yu tuh kuat di nuansa. Baca deh puisi2 mbak, kalo mei c pas baca kerasa bgt nuansa katanya jd agak gimana gt hehee

  6. sweetdhee said: he? Serius?Wah, lgs minder..

    Hehee kl gt mbak yu panggil aku lisa ja biar ga binun ma mei yang atu na..Sama2 mbak yu, mari bersiap utk puisi selanjutnya karena selasa segera tiba, itu tanda arisan kata berikutnya hehee

  7. sweetdhee said: he? Serius?Wah, lgs minder..

    hadeeeeh…*pegangan meja*ga biasa dipuji begini nihhh..hihihihiohohohohoho, hari selasa menjelang arisan berikutnya yaa?kayaknya musti siap2 nongkrongin kamus onlen nih..hihihi*semangat!!!*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s