My Stupid Boss

Buka my everyday prayer
*senyum dikit*

di Loby sambil nunggu mba Rili
*kikikikik…cekikikan sendiri..eh, beneran sendiri khan? -celingakcelinguk-*

di mikrolet
*ngakak dan diliatin orang-orang satu angkot*

di rumah
*megangin perut*
*nepok jidat*
*guling-guling*
*pipi, bibir, gigi pegel gara2 kebanyakan ngakak*

udah selesai
*berdoa semoga ga pernah dapet bos kayak begono (lagi) and anak2 buah gue ga berpikir kalo gue kayak gitu..Amiiiin*

The Gogons: James & the Incredible Incident

http://www.goodreads.com/review/show/97846097

“Kamu sangat berarti, istimewa di hati, slama nya rasa ini
Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini”

Lirik lagu Project Pop diatas saya baca di halaman ucapan terimakasih dari bundelan skripsi Ima yang sedang saya arrange di atas meja penguji sidang skripsi nya
Saat membaca itu, ada rasa sesak yang langsung saya simpan dan coba lupakan saat itu. Saya harus fokus memberikan dukungan semangat buat Ima menjelang sidang. Ima berada diurutan kedua dari kami berenam yang berhasil menyelesaikan skripsi nya.

Setelah selesai sidang, saya dan Yanti duduk termenung ditangga depan lobi jurusan..Sambil menatap Ima dan Ari memasukkan peralatan ke mobil Ami, saya menghela nafas panjang..
“kenapa, Diet?”
“nggak…kok kayaknya gue ngerasa nyesek yaa?padahal khan harusnya seneng liat ima lulus..seneng sih, tapi nyesek..boleh ga?”
“entah iri atau ngerasa ditinggalin yaa?”
“mungkin..”
dan kami pun terdiam cukup lama..dalam diam tersebut, hati kami saling menepuk bahu..memberikan semangat dalam diam..”pasti kita bedua bisa nyusul Ima..pasti..”
persis seperti the others nya Azhar dan Dahlia di novel ini..diam tapi saling berbicara..

Kami berenam..Nina, Ima, Anin, Ian, Yanti dan Saya
Begitu juga tokoh utama cerita ini..mereka awalnya berenam..James, Adi, Ari, Azhar, Dito dan Diar

Awal buku ini menceritakan pesta pernikahan Adi, yang pertama diantara mereka, yang diadakan di Bali. Ini yang membuat saya befikir, “ok, ini novel komikal..saya akan terhibur dengan dialog2 lucu mereka nampaknya..”
Dan cerita awal ini mengingatkan saya akan pernikahan Nina di Solo, yang pertama diantara kami

Kisah ttg 6 orang sahabat yang sama dengan kisah kami..
Yang bisa saling mendengarkan saat tak ada kata yang mampu terucap
Yang kadang terlalu banyak bicara sehingga konflik yang terjadi tak mudah terselesaikan

Tapi tampaknya novel ini tidak selucu itu..
Tragedi demi tragedi terjadi dlm jalinan persahabatan The Gogons..
Diar yang tidak mampu menerima ‘manis’nya hidup yang dia jalani. Azhar yang susah berfikir panjang kalau sudah menyangkut soal Dahlia, pujaannya. Ari yang sangat tergantung akan persahabatan the Gogons demi menjaga kadar serotoninnya. Dito yang terobsesi dengan cewek bule tapi lalu terjebak dalam kesetiaan semu. Dan James, cowo playboy yang kelimpungan mencari Weni dalam mimpi jingga beraroma Melati..
Kejutan demi kejutan dalam tragedi mereka membuat saya bersyukur 6ers tidak harus menjalani konflik setragis itu

Dan pada akhirnya, saya harus meminta pertanggungjawaban Bang Tere Liyekarena saya tidak terima digantungkan seperti ini..
Buku kedua, tetap saya tunggu!!
Kapan pun itu..

PS:
I dedicate this review to my beloved girls (and their family)..
Kita memang belum cukup tua, gals..tapi sepertinya kita sudah mulai hidup kita masing-masing..
Gue bakal inget hari-hari itu..waktu poto bareng distudio Kaliurang (apa ya namanya, aye lupa), kesibukan di BEM dan KKN..belajar lagu Kahitna buat rencana kejutan Anin yang dirusak Oscar..waktu kalian menyidang and many of them..
Kangen banget sama kalian..yang (dari kejauhan) masih bisa mendengarkan walo gue ga ngomong apa-apa ..Wuff Ya!!

Garis Perempuan

review lengkap disini
http://www.goodreads.com/book/show/7431109
diskusi goodereadsnya disini
http://www.goodreads.com/topic/show/298988-baca-bareng-buku-garis-perempuan-oleh-sanie-b-kuncoro

kalau sudah terlalu banyak review yang dibaca,
musti make kacamata kuda pas baca buku nya biar ga terkontaminasi membangun karakter di imjainasi sendiri..
udah selesai baca, eeeh malah bingung mo nulis apa..

bintang empat untuk ide cerita, minus satu untuk banyaknya halaman-halaman yang dilewatin gara-gara bosen..

kata mba indri mood baca aku yang lagi ga bagus..
hmm…bisa jadi bukan itu, mba..
mungkin karena expectasi yang berlebih, tapi nyatanya terlalu banyak analogi yang kepanjangan..
kayak waktu ngegambarin perasaan Ranting saat melihat dirinya di cermin di hari pernikahannya…panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget
padahal bisa dengan satu atau dua kalimat sudah cukup..bisa jadi malah lebih indah..

sperti kata mas jimmy juga disini (kutip yaaa, Mas..)
http://www.goodreads.com/review/show/948
“buku ini lebih banyak bercerita tentang perempuan dan hak-nya untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Dan, keperawanan hanya sebagai simbol untuk menggambarkannnya”
saya suka banget kalimat ini..rasa nya pas buat ngegambarin buku ini..

cuma ada satu yang hilang di buku itu…
menjaga keperawanan lebih banyak dikontradiktifkan dengan budaya dan norma sosial..
bagaimana dengan Agama?