Robohnya Surau Kami

Ketipisan buku ini membuat cerita-cerita pendek yang disampaikan terasa ringan walaupun sebetulnya sangat dalam.
Isinya menyampaikan kritik yang terlihat santai tapi terasa pedas!
kehidupan sehari-hari yang tidak biasa tapi sesungguhnya banyak terjadi disekitar kita.
lots of things to be learned..

———-
kesalahan engkau, karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat bersembahyang. Tapi engkau melupakan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu sendiri, sehingga mereka itu kucar-kacir selamanya. Inilah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis. Padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara semuanya, tapi engkau tidak memperdulikan mereka sedikit pun.

*page 12-Robohnya Surau Kami

—————
Tak usah dibacakan. Takkan sanggup aku mdgarnya. Aku akan mati lemas oleh kbahagiaan yg datang bgulung ini.Aku mau sehat.Mau kuat dulu.Sehingga ledakan kgembiraan ini tak mbunuhku

*page 25-anak kebanggaan
—————
Waktu hanya ukuran yg tak mampu memisahkan ingatan dan kenangan yg pernah tjd. Dan dalam waktu yg blalu,smw cerita yg tjdi dalam jaraknya banyak yg tumbuh dan hidup spanjang masa,meski antara pelakunya tiada lagi kini

*page 75-pada pembotakan terakhir
————
Aku jadi sentimental dan hatiku berteriak,meneriakkan seribu kenangan yg datang mharu biru.Kucoba mbuang sgala ksenduan,tp aku mjd tambah tenggelam olehnya.Dan angin meniup lbh syahdu terasa.Serasa ada nyanyian iba besertanya

*page 89-Angin dr Gunung
——————-

http://www.goodreads.com/book/show/1455480.Robohnya_Surau_Kami

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s