The Apple City, Malang…

All supporting pictures click here

Berawal dari pembicaraan soal liburan ke Dufan dan ke Yogya bersama Amel,
setelah atur shift liburan dengan mba indah untuk memastikan tetap terjaga nya kandang MRP, diputuskan lah untuk pergi ke yogya saat liburan Natal..

Tapi nih, terus2annya mundur jadwal ke Dufan karena schedule FAT Amel bikin hati jadi khawatir..
Dan akkhirnya Amel pun nyerah, nampaknya ini akan jadi schedule FAT terlama di project2 yang pernah lo tanganin ya, Mel?

Srudak-sruduk cari temen buat liburan..
Lumayan banyak alternatif, ke Karimun JAwa, Peucang, Ujung Gen
teng..tapi sayang, rencana nya belum matang semua..
Padahal sudah 1 bulan menjelang tanggal nya…khawatir ga bisa booking tiket atau pun hotel nih…
Eh, tiba-tiba Mei cerita, “tuh, si Alia khan mo ke Bromo pas Natalan..”
“Al, ikutan doooooonk…boleh yaaa..sama siapa kah?”
“Gabungan, temen SMA dan Kuliah…tapi gue dah pesen tiket berangkat na, lo pesen sendiri ya tar pulangnya baru bareng..pesen by phone aja..bisa kok..ke 13897 kalo dari HP”

Jadi lah menelpon PT Kereta Api Indonesia.. (eh, dah berubah belum si nama nya?)
Berhubung yang berangkat 8 orang termasuk aku, dan kursi yg ter
sisa masih belum dipesan, jadi lah aku pesan Gejayana 24 sore no Kursi 12 D, Gerbong1 sementara yang lain di 11ABCD dan 12ABC..
setelah telpon, kita akan di sms no booking untuk dibayarkan (yang hanya bisa) menggunakan ATM BRI dan Mandiri..
Kapan ya ATM2 yang lain bisa juga?
Ayway, pembayarannya tidak boleh lebih dari 3jam waktu pemesanan..

Penukaran tiket bisa dilakukan sampai 1 jam sebelum keberangkat
an dengan menunjukan struk pembayaran dan fotokopi KTP..
Kalo bisa sih jangan lama-lama mengingat tinta cetak untuk struk ATM kualitas nya jelek banget jadi bisa aja pas mau nuker malah dah ilang deh smua tulisanya
(that’s what happened to me,folks..untung bapak2 di Ruang Kepala Stasiun Jatinegara baik-baik semua, aku masih bisa usaha menerawang di bawah lampu demi menemukan nomor booking nya..padahal kalo ajah sms ny
a ga kuhapus, pasti ga perlu susah-susah yaa)

Tiket kereta Gejayana untuk pulang pun sudah ditangan Alia..Pulang pergi menghabiskan sebanyak 730 ribu rupiah..
(pictures courtesy of Alia’s FB)
Alia juga sudah booking hotel Helios (atau Hell-ios yah kata Ratih dan Pontie..hihihihi) di jalan Pattimura dengan harga sewa 125ribu/malam untuk kamar dengan fasilitas 2 single bed, sarapan, kamar mandi dalam -hot and cold water serta AC..
Extra Bed 30ribu dan mengingat kereta jam 4 sore sedangkan check out time jam 1 si
ang,maka kita dikenakan biaya late check out sebesar 60 ribu per kamar..

Sampai di Malang jam 9 pagi, langsung dijemput Mas Oki dan Daihatsu Lexio yang sudah dipesan Alia sebelumnya..
Untuk seharian, biaya nya 400ribu, plus tips untuk Mas Oki tentunya..
Dari Stasiun, kita mampir sebentar di Rawon Tessy yang konon si empunya mirip dengan Tessy Srimulat…weh, obsesi Midya nih yang belum kesampean..poto sama pemilik warungnya..kikikikik..
Dengan harga 9 ribu per porsi maka cukup terbekali lah perut dalam 2jam perjalanan menuju pantai Sendang Biru..

Harga masuk ke Sendang Biru untuk 1 mobil isi 9 orang adalah 35 ribu rupiah
Langsung berganti kostum untuk siap2 menerobos Pulau Sempu dan menemukan Segara Anakan…
Ga disangka, pertanyaan Mas Oki yang awalnya menyangsikan kami yang ingin langsung ke Pulau
Sempu terjawab sudah…

Berat banget track nyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….udah kayak ninja hatori, mendaki gunung lewati lembah… *lebay.com*

Hutan yang tanahnya licin bekas hujan plus naik turunnya permukaan tanah bikin perjalanan hampir 1 setengah jam itu menghabiskan energi buat badan yang belum istirahat sama sekali dari turun kereta..

Untung Alia udah ingetin untuk membawa minum karena ga ada satu pun warung yang eksis di Sempu..

Dan begitu liat Laguna nya…Subhanallah…cantiiiik banget….Gradasi warna air di laguna nya,c’est tres jolie…
Pasir nya putih dan halus…Airnya jernih sampai kita bisa melihat ke dasar Laguna yang dalam nya hanya mencapai dagu orang dewasa (dagu ku maksutnya…aku sudah terhitung orang dewasa khan yaaa?hihihihihi)

Puas bermain-main di Laguna, Mas Oki bilang kalau kita naik karang nya sedikit, kita bisa mencapai tebing yang langsung ke laut lepas..
Mo nyebrang ke Australia sekalian, katanya?
heh?
Puas bermain, kami menunggu perahu yang disewa 100 ribu bolak-balik per perahu berkapasitas 15 orang untuk kemudian berganti pakaian yang basah di Sendang Biru..
Jangan lupa bayar 1500 rupiah untuk bayar biaya bilas nya yaaa

Pulang dari Sendang Biru, kita dinner di restoran Inggil yang berinterior Jawa tempo dulu, rada-rada mirip sama Mbah Jingkrak di Jakarta cuma beda cara penyajian makanan nya aja sih..
Lengkap dengan live music bergaya 80an, bersembilan kita santap makanan yang ngabisin sekitar 323 ribu rupiah…kacring!!!

Besok pagi nya, Shelly yg lagi pulang kampung pun kita tarik buat nemenin keliling Malang dan berhasil menemukan sewaan angkot..
250ribu sudah dengan supir dan bensin, then we go all around Malang..
Mulai dari brucnh di Pecel Kawi..(harga nya berapa ya, Al?), poto2 didepan Taman Makam Pahlawan Suropati, di depan jalan Ijen yang nyaris mirip dengan kawasan Pondok Indah di Jakarta, Alun-Alun, makan eskrim di Toko Oen,
mampir sebentar di Klenteng Eng An Kiong, berpose di depan Balai Kota, dan mencicipi Bakso Presiden di pinggir rel kereta Api…yummmm….

(pictures courtesy of Alia’s FB)

Kita pun meluncur ke jalan Belimbing untuk belanja oleh-oleh di toko Lancar Jaya..dan langsung ngacir ke Batu Night Spectaculaire..
Tiket masuk 10 ribu, dan harga tiap wahana nya juga 10 ribu…Yippieee..ga jadi ke Dufan, disini pun lumayan bisa maen..
Perhatian untuk yang berbadan sedikit besar karena sepertinya wahana tidak dipersiapkan untuk itu..
Lengan Pontie sampe biru-biru gara kejepit pengaman di wahana yang mirip Kincir2 nya Dufan..
Tujuan utama ke BNS adalah untuk melihat Lampion Garden yang ternyata emang seru banget!!!!!
Lampion nya bagus2, tapi ga tau juga ya bisa bertahan lama apa gaa..
itu khan umurnya baru sekitar setahun…
perhatian buat pengelola tuh, kalo masih pengen banyak pengunjung, lampion nya dijaga baik2…atau di update bentuknya supaya bisa ganti2 tiap season..

tul ga??

Dari BNS kita makan di Warung Tenda Biru yang rata-rata makanannya dibawah 10ribu..

Dan pulang untuk tidur nyenyak agar siap dijemput Mas Oki lagi jam 1 malam demi mengejar Sunrise di Bromo…

Sampai di Bukit Penanjakan sekitar setengah 4 pagi…
Rada-rada khawatir dengan hujan yang sudah turun dari kemarin, takutnya nanti sunrise yang kami lihat tidak akan maximal…
Baju lapis empat lengkap dengan jaket, kupluk, sarung tangan dan syal sedikit menyelamatkan dari udara yang tambah dingin karena hujan..
(buat yang lupa bawa syal, sarung tangan ataupun jaket, jangan khawatir..disana ada kok tempat jual dan sewa peralatan ‘mengusir’ dingin..)

Alhamdulillah, setelah menyeruput Milo (kok ga jualan Ovaltine sih*huh*), dan menyantap indomie rebus, lgs jalan sekitar 50 meter ke Gardu Pandang di Penanjakan..
dan datanglah sang Matahari kurang lebih sekitar jam5 lew
at 10 menit dari ufuk Timur

Sub
hanallah…prosesnya…Cantiiiiik bangettttttthhhhhhhhhh…..
Sibuk cari setting an di Ixux 860 IS ku demi mendapatkan hasil gambar yang bagus untuk menangkap cahaya matahari nya..
Thanx for the tips of using manual mode, Al..untung sama-sama Canon yaa..hihihihi

Puas foto-foto dipenanjakan, mulai lah off road menuju padang pasir di seputaran Gunung Bromo dan Batok..
Melihat antrian untuk naik ke kawah bromo dengan kuda (100ribu naik-turun) sangat panjang, betis yang terasa amat pegel menolak untuk diajak naik..
Lebih memilih untuk langsung menuju Villa Lodge untuk sarapan nasi goreng plus omlette yg sudah termasuk di paket tour Bromo seharga 275ribu ini..
Lumayan ketemu bule perancis ganteng plus guide nya (yang juga manis..hihihihi)

Selesai sarapan, off road dilanjutkan dengan mengitari Savana dan Stepa di sekitaran bukit Panderman…
Hijau nya rumput dan bukit bikin khayalan tentang kartun Candy-Candy dengan Anthony dan Paman William bercampur dengan film The Sound of Music dan Little House of Praire..hihihihihi
Lagi-lagi karena betis yang senut-senut, kita tolak tawaran wisata ke Air Terjun Madakalipura..
Capppppeeeeeeeeek…pengen cepet2 sampe hotel dan tidur dengan nyenyak…
Tapi sebelumnya, mampir dulu untuk makan siang di Hot Cwie Mie dan membeli bekal untuk makan malam di kereta..

Singkat cerita (wew, singkat darimaneee?ihihihi), jam 4 sore, meluncur lah 8 becak dari hotel ke Stasiun dengan 7ribu rupiah per becak..
Sempat menikmati Luc Besson di Taxi3 melalui KaTivi, di kereta berangkat juga disuguhi pose penyanyi Amour dan ‘unik’nya band2 Indonesia masa kini..
Terlelap lah 8 orang di kursi nya masing-masing..

Sampai di Jatinegara sekitar pukul 8 pagi…
Dan mulailah lagi rutinitas sehari-hari..
Welcome to the real life, folks..hehehehehehe…

Ah…temen perjalanan hidup ku nanti, apakah dia seorang yang bisa diajak travelling seperti ini?
Hmmm…kalaupun tidak, aku masih yakin dia pasti yang terbaik..
Maka nya sampe sekarang juga belum nongol2…nunggu-in aku berbenah yaaa?
hehehehehehehehe…

****a womens heart should be so lost in God so that a man needs to seek for Him in order to find her*****
itu quote dari salah satu picture di blog MPers..lupa yang mana..

hmmmmm….