Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan?

“Masalahnya, jodoh buat aye diumpetin sama Allah dimanaaaaa??”

Kalimat ini terlontar sebagai komentar atas suatu email yang menceritakan proses seorang laki-laki ketika meminta restu kepada sepasang orang tua untuk menikahi anak perempuannya
Kesmipulan dari email tersebut adalah agar kita tidak takut akan cobaan yang menghadapi rencana kita menggenapkan separuh dien kita.
Masalah rejeki dan restu orang tua akan mengikuti andai saja kita punya niat dan hati yang ikhlas karena Allah
Semua jalan pasti akan mulus..jadi yang penting maju dulu, ga usah takut..

Tapi di email itu mengisahkan cobaan yang dilalui saat sang pria sudah menemukan pujaan hati nya
Nah, kalo belum nemu, gimana mau maju?
kalo si pujaan hati nya masih ngumpet ga tau dimana, gimana kita mau siap tempur?

Oleh karena nya kalimat ini terlontar saat aku memforward email tersebut..

Dan datanglah respon dari seseorang yang membuat aku cukup terhenyak..
“Istighfar, dhee..kamu dalam keadaan kufur nikmat..seakan ga bersyukur kalo kamu udah diberi kemudahan..Kamu sedang dilimpahkan nikmat sehat dan karier (rejeki)..Dua hal itu yang sedang menjadi ujian buat kamu, apakah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur?..Kalo memang sudah terbukti tulus bersyukur, yakin deh apapun yang kamu minta pasti dikasih sama Allah..Nah, coba kamu renungin lagi..sudah bersyukurkah kamu?”

Kata-kata itu cukup membuatku tersentak..iya ya..mungkin aku memang terlalu banyak mengeluh dan tidak melihat nikmat apa saja yang diberikan kepadaku..
tapi dasar bebal..hanya sampai disitu saja..
hanya sampai tersentak..tindak lanjutnya?
NIHIIIIIL….

Ramadhan pun datang..sudah dinanti2kan..dengan semangat aku mengejar target khatam Al Qur’an
Tarawih pun rajin di mesjid..
Hari pertama sampai hari keempat, target masih tercapai..
Seneng sih, tapi kenapa rasa nya kosong?
Seakan yang aku lakukan hanya sekedar mengejar target..malah jadi berasa seperti robot..

Padahal katanya semakin sering berinteraksi dengan Al Qur’an, hati kita akan semakin terisi..
tapi kenapa makin kosong?

PMS pun datang.
Saat mendapatkan link untuk satu video yang cukup membuat ku bergidik membayangkan azab Allah akan orang2 yang meninggalkan sholatnya..klik disini
Dan sholat mejadi semakin tepat waktu karena takut terlanjur datang bulannya dan aku tak sempat sholat wajib..
Tapi hanya sampai disitu..

tak kurasakan khusyuknya pertemuan lima waktu ku itu..
tak kurasakan kehadiranNya di kencan kami yang sudah terjadwal..

ada apa dengan diriku??????

Datangnya haid yang sudah diperkirakan dari sakit pinggang yang mendera semakin memperparah mati nya hati ku..
Dengan santai juga aku tetap makan siang ditempat umum, padahal aku memakai jilbab!!
Bu Yani yang notabene seorang Kristiani saja dengan malu na permisi saat btelepon dengan seorang teman membicarakan ttg makanan..
sedangkan aku?????

Dan bertubi-tubi datang permasalahan pekerjaan..
Seminggu sudah aku pulang malam..nyaris selalu pulang jauh setelah adzan Isya terdengar..
Membentak seseorang karena emosi mudah sekali aku lakukan dalam minggu ini…
Nyaris aku berteriak, ” Yaa Rabb pemilik semesta alam…sudah cukup ya Rahiiim…aku sudah ga sanggup lagi…tanggung jawab ini terlalu besar untuk aku tanggung…aku lelah…aku tak sanggup membuka mata dan membayangkan apa yang harus dihadapi hari ini…Yaa Kekasih, sudah hilangkah cintaMu padaku hingga aku harus melalui ini..hati ini tak lagi dapat merasa, badan ini tak lagi dapat bergerak, otak ini sudah tak lagi dapat berfikir…aku sungguh2 lelah”

Dan seakan aku lupa bahwa aku lah yang meminta doa untuk dilapangkan rizki..
Aku yang dulu menantang Nya untuk diberikan keluasan kesempatan mengembangkan potensi diri..
Dan sekarang aku menyerah atas ujian Nya?

Dhee…what happend to you?
Buat apa semua kajian yang udah didatengin? pourqoi faire, dhee?
Mana hasil pelatihan Sholat Khusyu tahun lalu?
Tak ada kah sisa dari materi tentang keseimbangan hidup yang sudah dipaparkan Mba Dena?
Mana hati mu yang yakin bahwa Allah tahu yang terbaik buat UmatNya?
Mana pikiran yang seharusnya selalu berbaik sangka akan kehendakNya?
Dhee…sudah matikah hatimu?

Dan siang ini
Setelah dipaparkan mengenai empat ayat berulang di Surah Al Qamar (54)..
Ayat 17, 22, 32 dan 40..
“Dan Sungguh,telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”
Empat ayat tersebut datang setelah menjabarkan pengingkaran umat di empat zaman kenabian..

Ustadz Bachtiar merujuk pada berbagai bencana dan kejadian yang dialami dunia dan Indonesia khususnya akhir2 ini..tapi aku berlari pada seminggu kehidupan terakhirku…
Apakah aku termasuk orang2 yang sudah mengingkari Al Qur’an dan tidak mengambil pelajaran dariNya?
Apakah aku bukan termasuk orang2 yang pandai bersyukur?
Disepanjang perjalanan pulang hal ini terus tergantung..

Terngiang diskusi dengan Mba Rili bbrp hari ini…
Tak kuasa ku tersenyum…sepertinya kata2ku kemarin bukan hanya untuk meyakinkan mba Rili, tapi juga diriku sendiri..
Dan aku pun tahu..sesungguhnya aku masih mencintaiMu…

Aku masih yakin akan kasih sayangMu..akan kehendakMu untuk yang terbaik bagi diriku..

Terlintas lagi sekapur sirih dari buku Pengantin Al Qur’an karangan Quraish Shihab..
Beliau katakan, “Syukur itu berarti mgunakan segala daya untuk memfungsikan semua nikmat Allah yang dilimpahkanNya sesuai dengan tujuan penganugrahannya“..sampai beliau juga memaparkan dalam Surah Ar-Rahman (55), tiga puluh satu kali kalimat ini diulang di surah yang menjabarkan kasih sayang sang Illahi, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Aku pun tersyungkur dihadapanNya
Sejadah dan mukena basah entah oleh airmata atau ingus yang mengalir deras..

Yaa Rabb…jangan Kau jadikan aku kaum yang mendustakan Mu..

Boleh Kau persulit jabatan yang sudah dipercayakan padaku, boleh Kau sita waktu dan kemampuan fisikku untuk menyelesaikan semua masalah dikantor, boleh Kau biarkan orang2 berfikiran negatif tentang kapabilitasku, boleh Kau biarkan aku sekarang sendiri tanpa teman berbagi cerita (tapi kalo yang ini jangan lama-lama ya..hehehehe)
Boleh ya Allah…
(Astafghfirullah…lihat betapa sombongnya diriku…masih juga kukatakan memakai kata
‘boleh’ padahal semua hanya milik Mu..)

Akan kujalani semua ketetapanMu..
Akan kuhadapi semua tantanganMu..

Asal jangan pernah lagi berjarak dari ku, yaaa Rahiiim…
Jangan lebih jauh dari saat ini, yaa Khaliq..

Jangan biarkan aku melupakanMu..
Entah apa jadi nya jika aku harus kehilangan keyakinan akan Engkau lagi..

Sabtu, 5 September 2009

PS:
* Buat Mei, Agung dan Fajar (baru kenal ya?)..makasih banget buat diskusi seru nya minggu ini..Saking terpana nya oleh paparan kalian sampe bengong ga bisa comment..walo pun cara pandang kita semua beda, InsyaaAllah tetap jadi satu dalam membela agama Allah..