sampaikan cintamu…

Me, inget email ini ga?

waktu kita lagi riweuh sama dua hal…

-Mau berhijab kapan

-Menahan sabar akan ‘mereka’ yang lagi pre-Marital Syndrom

Ihrish yaa Ukhti…

Ishibr… ^_^

****dari milis sebelah****

Ungkapkan rasa kasih sayang dengan islami, ketika kalimat lain tak
lagi bermakna.
Beberapa perasaan paling dalam yang dinyatakan seorang muslim kepada saudara muslim lainnya, seringkali cukup diungkapkan dalam satu kata saja, dua, atau tiga kata. Saat kalimat terlalu bias untuk mengungkapkan, kata-kata tersebut bisa menjadi ungkapan penuh makna yang akan mempererat persaudaraan dan kasih sayang umat.

Kata-kata ini akan mampu menghilangkan kebencian, menghangatkan ukhuwah, dan menunjukkan kepada saudara muslim lainnya betapa anda
sangat menyayangi mereka.

“Assalamu’alaikum”
(Semoga keselamatan atasmu). Ucapkan ini ketika bertemu saudaramu untuk mempererat persaudaraan dan saling mencintai. Lebih lengkapnya ucapkanlah “assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh”, kita sangat menginginkan rahmat dan berkah dari Allah dicurahkan kepadanya.

Ini adalah ucapan yang sangat penuh hikmah, sehingga wajib bagi yang diucapkan kepadanya demikian untuk membalas ucapan dengan salam yang lebih baik dan lengkap : “wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh”

Rasulullah (Shallahu `alaihi Wasallam) bersabda: “Kamu tidak akan masuk ke Surga hingga kamu beriman, kamu tidak akan beriman secara sempurna hingga kamu saling mencintai. Maukah kamu kutunjukkan sesuatu, apabila kamu lakukan akan saling mencintai? Biasakan mengucapkan salam di antara kamu (apabila bertemu).” HR Muslim 1/74

Imam An Nawawi menjelaskan hadits ini : Di dalam hadits tersebut terdapat hikmah yang sangat besar yaitu anjuran menyebarkan salam baik kepada yang dikenal maupun tidak. Salam adalah sebab pertama terjadi saling kenal dan kunci saling mencintai.

Selanjutnya menyebarkan salam sangat memungkinkan terjadinya persatuan. Sehingga tampak syiar Islam dengan salam yang menjadi ciri khusus agama Islam. Ini melatih diri berjiwa rendah hati dan menjaga kehormatan kaum muslimin. (Syarah Shahih Muslim 2/36)

Dalam kitab Aunul Ma’bud disebutkan, maksud anjuran ini adalah agar kaum muslimin menghidupkan sunnah.

Rasulullah (Shallahu `alaihi Wasallam) bersabda pula:
“Ada tiga perkara, barangsiapa yang bisa mengerjakannya, maka sungguh telah mengumpulkan keimanan: 1. Berlaku adil terhadap diri sendiri; 2. Menyebarkan salam ke seluruh penduduk dunia; 3.Berinfak dalam keadaan fakir.” (HR Bukhari dengan Fathul Bari dari Ammar secara mauquf dan diringkas sanadnya)

Dari Abdullah bin Umar Radiyallahu `anhu, dia berkata: “Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Muhammad (Shallahu `alaihi Wasallam), manakah ajaran Islam yang lebih baik?” Rasulullah Shallahu `alaihi Wasallam bersabda: “Hendaklah engkau memberi makanan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak.” (HR Bukhari dengan Fathul Bari 1/55 dan HR Muslim 1/65)

Dalam kitab Aunul Ma’bud 14/70 dijelaskan : Ucapkanlah salam kepada orangyang dikenal maupun yang tidak dikenal, jangan mengkhususkan orang tertentu saja. akhlak ini menunjukkan sikap rendah hati, keikhlasan, dan syiar islam. Sementara kalau mengkhususkan salam hanya kepada orang yang dikenal saja adalah salah satu tanda hari kiamat sebagaimana disebut haditsnya dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

“Jazakallahu khairan”
(Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan). Ucapkanlah ini sebagai ungkapan terimakasih yang tulus dan ikhlas. Kita mendoakan kepada seseorang yang telah berbuat baik kepada kita agar Allah membalasnya dengan kebaikan. Tidaklah kita akan sanggup membalas kebaikan seseorang kecuali sesungguhnya hanya Allah yang mampu membalas perbuatan baik seseorang, dengan cara dan bentuk yang paling baik dan adil sesuai dengan kekuasaan, kehendak, dan ketetapan Allah.
(HR Tirmidzi no 2035 lihat shahih al jami’ dan shahih tirmidzi 2/200)

“Uhibbuka fillah”
(Aku mencintaimu di jalan Allah). Ungkapkan kasih sayang, kesetiaan, dan kecintaan yang ikhlas dengan kalimat ini.
Dalam shahihain bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa seseorang bersama orang yang dicintai. yakni orang yang mencintai seseorang dengan ikhlas karena agamanya maka dia menjadi golongannya (temannya) di hari kiamat walaupun tidak beramal seperti yang diamalkan oleh orang yang dicintai, namun disebabkan oleh hati yang saling terkait. Kesetiaan dan kasih sayang ini menjadi sebab kerjasama yang baik.

Dengan demikian sangat dianjurkan mencintai orang-orang sholeh dengan berharap mendapat kebaikan sebagaimana mereka.
Dituntunkan kepada orang yang dicintai saudaranya di jalan Allah untuk membalas dengan ucapan أَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي لَهُ.
“Semoga Allah mencintai kamu yang cinta kepadaku karenaNya.
(” HR Abu Dawud 4/333 dan dihasankan al Albani dalam shahih Abu Dawud)

“Yarhamakallah”
(Semoga Allah memberi rahmat kepadamu). Ucapkan ini tatkala engkau mendengar saudaramu yang bersin mengucapkan Alhamdulillah, karena bersin adalah suatu nikmat yang Allah berikan sebagaimana kelegaan yang dirasakan seseorang setelah bersin.
Rasulullah (Shallahu `alaihi Wasallam) bersabda :
Apabila seseorang di antara kamu bersin, hendaklah mengucapkan: الْحَمْدُ لِلَّهِ(Segala puji bagi Allah), lantas saudara atau temannya mengucapkan: يَرْحَمُكَ اللهُ (Semoga Allah
memberi rahmat kepadamu). Bila teman atau saudaranya mengucapkan demikian, bacalah: يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ. (Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu.)

“Ghafarallahu laka”
(Semoga Allah mengampunimu). Ucapkan ini sebagai ungkapan kasih sayang kita sehingga kita sangat berharap kepada Allah untuk mengampuni dosa-dosanya. Dengan ini menjadi nyata saling mencintai dengan mengharapkan ampunan dari Allah atas dosa, kesalahan, dan maksiat yang dilakukannya baik yang diketahui maupun tidak, baik
yang disengaja maupun tidak, serta harapan keselamatan di dunia dan akhirat diberikan Allah kepada saudara kita, demikian juga sebaliknya.

Da
lam hadits disebutkan agar orang yang dikatakan kepadanya “Ghafarallahu laka” membalas dengan ucapan “Begitu juga kamu semoga mendapat ampunan.” (HR Ahmad 5/82, an Nasai dalam Amal yaum wal lailah hal 218 no 421 dengan tahqiq Faruq Hamadah)

“Barakallahu laka”
(Semoga Allah memberkahimu). Ungkapkan rasa persaudaraan yang erat dengan ucapan ini, bahwa kita sangat menginginkan kehidupannya penuh dengan kebahagiaan, berkah, nikmat dari Allah. Kemudian hendaknya orang yang diucapkan demikian membalas dengan ucapan yang penuh kasih sayang juga : وَفِيْكَ بَارَكَ اللهُ “Semoga Allah juga melimpahkan berkah kepadamu.” (HR Ibnu Sunni hal.138 )

“Shadaqta”
(Engkau benar). Akuilah kebenaran yang disampaikan saudaramu, sehingga engkau mengambil ilmu dan hikmah dari apa yang disampaikannya. Dengan ini engkau menghargai ia dan yang disampaikannya karena engkau mencintai kebenaran.
Demikian ketika Jibril datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sewaktu beliau sedang duduk di tengah-tengah para sahabatnya. Jibril datang dengan bentuk seorang lelaki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat tanda-
tanda perjalanannya, dan tidak seorang sahabatpun yang mengenalinya.
Jibril duduk dekat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, menyandarkan kedua lututnya ke lutut Nabi dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya. Ia bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang Islam, iman, ihsan, hari kiamat, dan tanda-tandanya.

Jibril berkata “Shadaqta”. (HR Muslim)

“Ihrish”
(Bersemangatlah!).

Berilah targhib dan dukungan kepada saudaramu dalam usaha yang ia lakukan. Nasehatkan kepadanya agar bersemangat dalam hal-hal yang memang bermanfaat baginya saja, baik untuk dunianya apalagi untuk akhiratnya.
Demikianlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberi semangat kepada para shahabat dengan berkata: “…Bersemangatlah dalam mengerjakan yang bermanfaat bagimu, dan selalu minta pertolongan kepada Allah, dan janganlah lemah…” (HR Muslim dari Abu Hurairah)

“Ishbir”
(Bersabarlah!). Ingatkan saudaramu untuk menetapi kesabaran dan bertawakkal kepada Allah. Sungguh bahagia setiap keadaan seorang muslim yang pada saat baik ia mampu bersyukur kemudian pada saat sulit maka iapun mampu bersabar.
Dalam shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim) disebutkan bagaimana Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan untuk bersabar. Anas bin Malik berkata: Pada suatu hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam berjalan melalui seorang wanita yang sedang menangis di atas kuburan, maka Beliau bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah, dan
bersabarlah.”
Kemudian sabda beliau tentang kesabaran: “Sesungguhnya kesabaran itu hanyalah pada pukulan yang pertama dari bala’ (musibah)”. Maksudnya bahwa letak kesabaran itu adalah pada saat awal musibah datang, yang mana pada saat itu orang yang memang tidak dapat menahan diri maka tidak akan mampu bersabar.

“Insya Allah”
(dengan kehendak Allah). Ucapkan ini untuk menenangkan saudaramu bahwa ia bisa memberi kepercayaan kepadamu. Yakinkan saudaramu dengan ucapan ini bahwa engkau akan berusaha menepati janji atau menunaikan amanat yang diberikannya. Dengan ucapan ini, engkau dan saudaramu menjadi mampu sungguh-sungguh berusaha sekaligus bertawakkal, karena di dalam setiap usaha yang dilakukan tidaklah lepas dari proses dan hasil yang telah ditentukan oleh Allah sesuai apa yang dikehendaki-Nya.

“Allahu a’lam”
(Allah yang lebih mengetahui). Ucapkanlah ini jika engkau ditanya sesuatu yang engkau tidak mengetahui kepastiannya. Ungkapkan pula ini sebagai pengagungan Allah yang lebih mengetahui daripada apa yang engkau ketahui ketika menjelaskan sesuatu kepada saudaramu.
Dengan ini pula engkau mengakui bahwa engkau bukanlah seseorang yang paling berilmu daripada saudaramu, karena engkau pun tidak luput dari kesalahan.

“Afwan jiddan”
(Mohon maaf sebesar-besarnya). Ini adalah kata-kata yang sangat pantas engkau ucapkan tatkala engkau menyadari kelalaian dan kesalahan dirimu. Ungkapan ini akan meluluhkan kebencian dan dendam, melebur dosa dan kesalahan, serta merta akan menambah kasih sayang di antara saudaramu.

sumber: http://www.ikastara.org/forums/archive/index.php/t-122.html

Merebut Pacar?

hehehehhehe…
ini postingan di Blog Friendster ku setahun yang lalu…
Tapi, gara2 pertemuan hari ini, jadi inget lagi tulisan ini..
hmmmm…hmmm…hm….

Bang, wish you all the best yaaaa….
jangan lupa tanya sama Yang Punya Dunia, is she worth it or not…
Kalo iya, HAJAR!!!!!
hihihihhihihi

September 26, 2007

merebut pacar???

Entah kenapa, topic ini sedang hangat menghampiri..


Mulai dari cerita ttg seorang teman nya teman yang akhirnya menikah dengan seorang wanita yang di dekatinya ketika hubungannya dengan sang pacar sedang renggang..


Atau ketika seorang kawan yang dengan santai mengatakan kalau dia akan sangat menghargai jika ada seorang perempuan yang keukeuh mendekati nya walau tahu dia sudah punya pacar..

Juga ketika mengetahui seorang teman yang nekat mendekati seorang gadis yang sudah setia pada pacarnya..

Bahkan ketika seoragn sahabat bersedih mengetahui dirinya dibohongi oleh lelaki yang telah bertahun2 menjadi kekasihnya, untuk kemudian di ‘tinggal kawin’


Salahkah?


Ketika teman nya teman yang telah menikah tersebut benar2 mencintai sang wanita?Ketika sebetulnya dia memang telah menyadari pacarnya ketika itu bukanlah seorang yang diinginkannya?

Apakah salah si wanita kalau dia juga merasa laki2 itu adalah pilihan yang tepat untuknya..?

Haruskah ia di cap perebut pacar orang, padahal hal yang diinginkannya kebahagiaan?


Egois memang..


tapi jika pasangan ini menyerah untuk tidak menikah, dan membiarkan si teman ini menikah dengan pacar sebelumnya, apakah mereka bertiga akan bahagia?

Lalu jika seorang pria/wanita ingin mencari yang terbaik bagi dirinya di saat dirinya masih menjalani suatu hubungan dengan seseorang?


Serakah memang tampaknya..


Tapi hey, ini teman hidup yang sedang kita bicarakan…

Pencarian teman seumur hidup…


Apakah terkesan nekat jika teman ini tetap bertekad mendekati si gadis yang juga tetap setia kepada pacarnya?

Haruskah teman ini kita sebut tidak menghargai “hak milik” orang lain?


Bagaimana bila dia merasa bahwa si gadis lah yang mempunyai criteria yang sesuai dengan impiannya?

Bagaimana bila dia merasa yakin bisa memenangkan hati sang gadis?

Walaupun sang gadis sudah begitu merasa terikat hatinya dengan sang kekasih…


Bodoh memang…


Lalu haruskah kita merasa iba dan kasihan pada sahabat yang ditinggal lelakinya..

Jika pada hakekatnya ia sebetulnya telah terbebas dari kesalahan..

Jika sebetulnya ia telah sampai pada kebenaran..

Jika didepannya kini terbuka kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik..


Sedih, sakit memang…


Tapi hey, sekali lagi, ini teman untuk masa depan yang terpampang jauh di depan kita..

Pengorbanan setahun atau bertahun2 untuk selama2nya akan menjadi pelajaran yang sangat berarti, bukan?


Lagipula, apa ada hokum tertulis tentang rebut merebut pacar?

Lebih dalam lagi…apa ada hukum tertulis tentang pacaran???

apa sih esensi dari pacaran???


Lain lagi halnya jika suami/istri yang sedang kita bicarakan..

Bisa panjang lagi ceritanya…


Hehehe, dengan menulis ini, bukan berarti aku sedang mengincar pacar orang,

Atau sedang mencoba untuk mencari selingkuhan,

Bukan juga sedang bersedih karena pacarku direbut orang..


Bukan…

Hanya ingin menulis…

Karena sebetulnnya hati sedang galau…

Walau bukan karena seorang pacar…

Hasyaaaah… opo tho, Ki?

Hehehehehe

kenapa musti 30% siy?

kutip dari: http://www.indosiar.com/news/anda-perlu-tahu/75018_kuota-30-persen-perempuan-dalam-politik

******Dalam Pasal 8 Butir d UU No. 10 tahun 2008, disebutkan penyertaan sekurang-kurangnya 30 persen keterwakilan perempuan pada kepengurusan parpol tingkat pusat sebagai salah satu persyaratan parpol untuk dapat menjadi peserta pemilu. Dan Pasal 53 UU mengatakan bahwa daftar bakal calon peserta pemilu juga harus memuat paling sedikit 30 persen keterwakilan perempuan.*******

Emang musti ya?

Kalo emang ga dapet caleg perempuan yang qualified masa’ mo dipaksain?

Bukannya under estimate politikus wanita (weeee, gue khan juga cewek..) tapi ga usah pake paksaan gitu lhaa…kalo emang ga ada yang compatible, dan akhirnay maksa masukin satu caleg perempuan daro tiga yang diajukan, bukannya nanti malah beresiko dan menjatuhkan partai itu sendiri?

Emang bisa jamin, 30% itu bisa ‘menyuarakan’ perempuan? Nanti malah ternyata punya ego yang sama dengan laki2 (upsss….) khan malah percuma

Lagian, dengan adanya limitasi spt itu malah semakin mbuat perbedaan gender smkn kentara, bukan?

Tau deh…kok tiba2 jadi ngomongin beginian siy…padahal paling males ngikutin politik..

Cuma rada gemes aja ngeliat feminis2 yang sok2n ngebela hak perempuan padahal mereka justru menjatuhkan martabat perempuan itu sdri…

Anger Management..

“Asslmkm…Mas, inget g kjadian aq banting buku gr2 msti lembur cek stok ROHS?kjadian lg..kali ini g ampe bnting buku..cm cara bicara aq y ktauan banget aq lg gondok..jd g enak ih..anger management aq kyknya msh kurang niy…”

isi sms aku ke Mas Toto…
Kejadian banting2 buku itu sekitar 2 tahun lalu..(dua tahuuuun?ckckck)
waktu di kita (buyer di kantor ku pertama) lagi terusik oleh isu ROHS dan harus cek dan ricek stock yang melanggar ROHS..

knapa sampe banting2 buku udah agak lupa…
tapi siapa personel penyebabnya masih inget banget..(ya ga,Mas To?hehehe)
Ampe Mas To sibuk nenangin aku..and langsung bawa ke gudang buat cek stok..
Maap merepotkan, Mas…

Kemarin sore kejadian lagi..
disaat emosi sdg memuncak, dan aku masih duduk terdiam, sdg berusaha memadamkan ‘api’
Si Ibu datang..”Diet, itu knp bisa begitu ya kejadiannya?emang km ga ngecek dulu?udah dua kali, lhoo..”
“bukan gitu, bu…ini malah udah yang kelima kalinya…bla bla bla”
aku menjelaskan dgn nada sdkt gemetaran krn nahan emosi..

yaiyalaaaa…lima kali kejadian yang sama dan they’re not totally my faults..
My Boss sampe ngeledekin, “tenang Diet…ga usah nangis…”
hehehehe, i guess he was trying to chill me up..

dulu waktu SMA lebih parah lagi…
smw teman akan menyingkir bgtu lihat muka berlipat dan jidat “klingon” (julukkan dari Mas Ferry-red) ku..
menunggu sdkt lengkung tersungging dari mulutku, barulah mereka berani ngajak ngobrol…

Waktu kuliah..sama aja siy..
hehehehehe..bahkan kalo lagi puncak2nya kesel, masuk kamar kost, matiin lampu,
nyalain lilin, ngeliatin sampe ngantuk dan tertidur..
bangun, mandi, trus dah bisa hahahihi lagi…

tapi kalo dikantor?
mana ada yang pgertian kyk tmn2 aku..
smw ada deadline nya…hal2 spt itu bukan unk ditolerir lagi..
mana ada waktu buat matiin lampu and nyalain lilin…

saat emosi masih memuncak dan harus mjelaskan duduk perkara nya,
sangat sulit untuk tidak memperlihatkan gejolaknya…
Istighfar rasanya tak punya ruang di pikiran saat musti me-rewind kejadian demi kejadian…

sampai akhrinya sadar sdri..dan minta waktu semenit untuk duduk dan menarik nafas…istighfar..
it did help a bit..

pulang masih dalam keadaan “panas”..
jadi lemas…
(kok berima yaa?hehehehhe)

pengennya siy jalan kaki..
tapi heeey, pasar rebo-perumnas klender?jalan kaki?
yang bener aja, dhee!!!!
jadi pengen balik ke yogya…
kalo lagi bete bisa jalan kaki..dari kost ke kampus
dari kampus ke depan tugu teknik..
trus jalan lagi sampe mirota..
beli eskrim…trus jalan kaki lagi menyusuri boulevard…
tanpa polusi..

di jkt?
baru 5meter dah batuk2..

akhirnya nae angkot..
sambil dengerin Jason Mraz..(thanks ya, Riannnn…)
sambil istighfar dan banyak2 menarik nafas..

tiba2 hp ku bergetar..
“Tante tante mau ksh kbr nich… Hehe kponakannya mau nambah nich. Emil mau ada temennya..Doain yah ibu dan yg dikandung sehat..Skrg aq lg flu berat nich.. Tkiu yach..”

Alhamdulillah…
hilanglah semua kesal, gondok, bete atau apapun itu namanya…

Subhanallah…
InsyaaAllah si baby penuh berkah ya, Nien…
baru 8minggu, denger kabar ttg khadirannya aja dah bisa buat diriku tenang..
Hopefully memang nanti jadi yang bikin byk orang tenang yaa..
pembawa ktentraman…
titip peluk cium, elus2 buat baby nya, say…
sampaikan salam dari tante nya..
“jazakillah khairan katsiraa”

linknya lumayan menyejukkan niy:
http://kotasantri.multiply.com/journal/item/39/Kajian_Sabar_dalam_Ujian




hari ini aku….

hari ini aku memakai rok ke kantor…
bukan untuk yang pertama kalinya, memang..
sudah cukup sering kok..
tapi agak sedikit tersenyum karena mengingat alasan hari ini aku memakai rok sepertinya sama ketika aku memakai rok waktu kuliah dulu..

itu pun sudah lumayan sering kayaknya..
tapi..lama2 komentar temen2 ku senada..
“weeey, napa Dot?sapa yang bikin lo bete?”
“smthing bad happened to ya, Dut?”
“waaa…musti bae2 niy ma kamu..lagi ‘gerah’ kayaknya yaaa?”
“are you okay, teman?”

hehehehehehe…

Hari ini aku naik angkot ke kantor, sperti biasa…
tapi entah mngapa, tak bisa tertidur di pjalanan..(hihihi)
dan di p4n setelah PGC, seorang ibu naik berbarengan dengan satu cowok berbadan lmyn besar mmakai baju olahraga..
tadinya ga gitu merhatiin, sampai ketika si ibu yang teryata kenal dgn salah satu pnumpang duduk di dpn ku, mngobrol..
Dan si penumpang itu btanya, “abang skrg dah kelas berapa?”
kemudian laki2 bbadan besar bbaju olahraga itu menjawab dengan kepala sdikit digoyangkan, jempol tangan kanannya ditekuk smntara sisanya dibentangkan luas..
dengan bibir yang sedikit digigit dan juga sedikit air liur yang hampir menetes, dia menjawab:
“kelas empaaaaat…”
dan kemudian kembali asik menonton jalanan…

aku lihat wajah sang ibu..
nampak lelah namun tegar..
menatap anaknya dengan penuh sayang…membetulkan celana olahraga nya yang selalu ditarik sampai dengkul oleh si “abang” berulang-ulang..
berbicara dengan penuh bangga kpd temannya kalau si “abang” mau fieldtrip bareng temen2 nya sekolah (yang aku asumsikan SLB)..
hidup penuh kesabaran terbayang di kepalaku…
sabar merawatnya..menjadikan si “abang” bukan hamba Allah yang sia-sia..
sabar dengan biaya yang pastinya lebih daripada merawat anak normal..

dan aku pun semakin merasa bersyukur…
Alhamdulillah…
jadi smakin merasa sayang pada ibu ku tercinta..

Hari ini aku makan bakso di Condet dgn temen2 Logistic..
dan melihat Mba Nia yang sudah hamil tua..
nafsu makannya yang masih tiada tara, namun terlihat payah menopang perutnya yang sudah terasa berat..
lagi…aku semakin sayang ibu ku…

Hari ini aku berusaha sabar…
dengan kejadian yang masih saja terus terulang..
aku mencoba merenungi kejadian kemarin…
dimana aku sempat lepas kontrol..dan tak sanggup menahan emosi…
dan tidak lagi terburu2 mengucapkan sepatah kata pun saat emosi..
masih susah siy..hehehehehe

Hari ini aku pulang naik angkot lagi..
seperti biasa…
dari pasar rebo ke Cililitan nae M06A..
ada ibu2 memakai tas berwaba biru bertuliskan “Blue Cross Girl”
eh?
maksutnya?
ini plesetan dari Red Cross Girl?
Gadis Palang Merah?
hehehehe…kok agak2 aneh yaa?

Hari ini aku dapat kabar mengejutkan dari sahabatku…
setelah kemarin kabar baik yang artinya aku bakal nambah ponakan dalam 7bulan lagi..
Hari ini malah kabar yg kurang mgenakkan..
tapi InsyaaAllah gpp..
yang sabar yaaaa, neng….
makanya ati2…ga usah gedabrukan lagi…jangan petakilan…
bae2, jangan kcapean…
jangan menyerah…ayo dicoba lagi!!!
ihihihihihihi..

Hari ini aku mendengar ramainya suara anak kecil diluar rumahku…
berlarian, berebutan memasang bendera merah putih plastk yang dijalin di tali tamabang kecil..
tujuh belasan sebentar lagi..

Hari ini aku capeeeeee banget…
5 hari yang berat di kantor…
butuh istirahat tapi besok dua undangan menanti plus 1 lagi di hari minggu..

Hari ini aku kok baru sadar…
begitu banyak yaaa kejadiannya?