Fenomena Bencong di Teve

hmmmm…jadi inget sekitar tiga tahun lalu…

a foreigner, atheis one, asked me…

“why you’re disagree with the transgenders, gays, or lesbians by saying because its prohibited by your religion while you’re not wearing hijab?”

Doengggggg!!!!!!!!!

Fenomena Bencong di Teve

Rabu, 2 Apr 08 07:02 WIB

Assalamu ‘alaikum wr.wb

Intinya gini ustadz, saya kok agak “gerah” melihat banyaknya acara-acara di televisi yang menampilkan mereka yang kita sebut “bencong”
Sebetulnya bagaimana sih dalam pandangan Islam tentang mereka itu? Lalu sikap dan pandangan ustadz secara pribadi?

Wassalam

Ummu Nabil

Jawaban

Sebuah kesalahan persepsi yang paling fatal adalah mengatakan bahwa menjadi bencong (waria) merupakan takdir atau kehendak Allah. Dan dikatakan bahwa itu merupakan pilihan hati yang harus dilindungi serta menjadi hak asasi.

Ini adalah sebuah perkataaan yang paling dahsyat dan tuduhan yang paling nista yang dinisbatkan kepada Allah SWT.

Pernyataan itu sama saja dengan seorang pelacur beralasan bahwa dirinya melacurkan diri karena kehendak Allah juga. Sehingga bila seseorang rela menjadi pelacur, maka itu merupakan hak asasi yang harus dilindungi.La haula wala quwwata illa billah.

Menjadi bencong pada jelas bukan kehendak Allah SWT, sebab justru Allah SWT telah mengharamkan perbuatan itu. Bahkan lafadz haditsnya sampai kepada sebutan laknat.

Dan para ulama mengatakan bahwa apabila dalam suatu larangan, Allah sampai mengancam dengan laknat, maka perbuatan itu merupakan dosa besar dan pelakunya berhak dihukum secara berat di hadapan mahkamah syar’iyah.

Kedua hadits berikut ini tidak lepas dari ancaman dalam bentuk “Laknat”

عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما قال: لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم المتشبهين من الرجال بالنساء والمتشبهات من النساء بالرجال

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasululllah SAW telah melaknat laki-laki yang bergaya (menyerupai) perempuan, dan juga melaknat perempuan yang bergaya (menyerupai) laki-laki. (HR Bukhari)

Rasulullah SAW pernah menghitung orang-orang yang dilaknat di dunia ini dan disambutnya juga oleh malaikat, di antaranya ialah laki-laki yang memang oleh Allah dijadikan betul-betul laki-laki, tetapi dia menjadikan dirinya sebagai perempuan dan menyerupai perempuan; dan yang kedua, yaitu perempuan yang memang dicipta oleh Allah sebagai perempuan betul-betul, tetapi kemudian dia menjadikan dirinya sebagai laki-laki dan menyerupai orang laki-laki (Hadis Riwayat Thabarani).

Kalau memang itu kehendak Allah, maka seharusnya tidak ada larangan untuk melakukan tindakan yang tidak senonoh itu. Dan kalau menjadi waria itu merupakan hak asasi, maka tidak perlu ada laknat dari Allah.

Yang benar adalah bahwa menjadi waria atau bencong itu adalah sebuah tindakan yang dilakukan secara sadar, nyata, pilihan, dan tentunya sebuah dosa besar yang menurunkan laknat. Bukan sebuah takdir dari Allah, apalagi hak asasi.

PeranTV Dalam Menghancurkan Syariah Islam

Salah satu bentuk peperangan umat Islam melawan kekafiran yang maha dahsyat adalah kampanye dan propaganda gaya hidup waria dan bencong. Nyaris semua televisi dan programnya tidak pernah melewatkan propaganda kufur yang satu ini.

Coba hitung lagi, nyaris hampir semua group lawak selalu ada bencongnya. Bahkan tanpa sadar, propaganda untuk menjadi bencong sudah ada sejak zaman dulu. Bayangkan, di masa yang masih sangat murni dan kental dengan agama, sudah banyak pelawak yang berkostum perempuan, meski saat itu nyaris semata-mata buat lucu-lucuan semata.

Di tahun 80-an sudah adaada Ester atau Joice yang mendampingi Jojon (Jayakarta Group). Di Srimulat ada Kabul yang berlagak jadi Tessy. Masih di zaman itu, dulu ada Karjo AC-DC yang juga selalu berdandan ala perempuan.

Tapi di zaman sekarang ini, gaya bencong itu bukan saja masih dipertahankan, tapi bahkan sudah jauh semakin merajalela. Bahkan sudah mendominasi.Hari ini nyaris semua bencong di pinggir jalan masuk TV. Termasuk juga para bencong salon, ikut-ikutan masuk ke TV kita, ditonton oleh jutaan pasanga mata yang mengaku beragama Islam.

Hari ini siapa yang tidak kenal tokoh lawak selalu tampil sebagai bencong? Siapa tidak kenal Dorce Gamalama (Dedi Yuliardi Ashadi), Olga, T
ata Dado, Aming, Avi (Joko), Ivan Gunawan, Ruben, Dave Hendrikdan seterusnya. Penampilan bencog mereka di TV sudah sangat akrab di mata para pemirsa, sampai nyaris tidak ada lawakan kecuali selalu ada tokoh bencong ini tampil.

Para artis di Ekstravaganza selain Aming, yang lainnya juga pada rajin berpenampilan bencong. Seolah jadi bencong itu memang lucu dan silahkan ditertawai. Seakan sebuah lawakan masih kurang afdhal kalau tidak menampilkan bencog.

Yangamat menyedihkan adalah Irfan Hakim. Pemuda yang berbakat dan lulsan IAIN Sunan Gunung Djati ini ternyata juga sering latah ikut-ikutan tampil jadi bencong. Dia sering nongol sebagai perempuan di acara Ngelenong Nyok. Meski mengaku sudah tahu bahwa hal itu tidak boleh, tapi alasannya dia bilang ini kan cuma aksi panggung, bukan betulan. Jadi logikanya, kalau sekedar jadi bencong-bencongan, hukumnya tidak apa-apa. Yang haram adalah kalau jadi bencong betulan. Wah, ini ada mujtahid baru.

Tessi Srimulat malah jauh lebih parah. Dia malah mengaku tidak tahu bahwa berpenampilan daya wanita itu haram. Majalah Sabili menuliskan wawancara dengan bencong TV ini:

Ketika ditanya apakah profesinya dipermasalahkan secara agama, Kabul Basuki yang lebih tenar dengan panggilanTessy menjawab, “Agama yang mana?” Tessy juga heran kalau perbuatannya itu terlarang dalam Islam. “Diharamkan? Wah, saya baru dengar. Saya nggak pernah dengar hal itu, ” ujar Kabul pada Sabili ketika dikonfirmasi tentang hadits yang melarang seorang laki-laki menyerupai wanita.

Ramadhan: Bulan Bencong

Lebih parah dari yang parah, kita harus mengurut dada kalau sudah masuk bulan Ramadhan. Bayangkan, sejak acara pengantar sahur hingga acara menjelang berbuka, semua diwarnai lelucon yang konyol. Hampir seluruh acara Ramadhan menampilkan sosok waria.

Entah karena jahil atau karena ada unsur kesengajaan, yang pasti kita melihat fenomena aneh. Pengelola acara Ramadhan di televisi secara kompak, serempak, dan berjamaah dengan terang-terangan dan secara sengaja menampilkan kaum banci sebagai menu wajib yang harus dipelototi umat Islam. Dan itu akan mencapai puncaknya di masa Ramadhan.

Ramadhan yang seharusnya penuh berkah berubah kalau kita melihat TV, karena isinya kaum bencog merajalela. Tanpa sadar dan memperhatikan syariah, mereka tampil dengan ikhlas karena dapat bayaran yang tinggi.

Direktur Eksekutif Lembaga Pemberdayaan dan Penguatan Publik (LAMPIK), Mayjen Simanungkalit menilai sebagian besar acara Ramadhan di televisi swasta disusupi misi-misi yang menyesatkan, karenanya umat Islam diimbau agar tidak mudah terjebak.

“Hanya sedikit acara Ramadhan di televisi yang istiqomah pada misi dakwah, selebihnya justru disusupi misi-misi menyesatkan dan bahkan misi-misi setan, ” katanya kepada ANTARA di Medan, Rabu [26/09].

Menurut alumni Fakultas Dakwah IAIN Medan yang juga Wakil Ketua GP Ansor Sumut itu, di antara ciri masuknya misi setan dalam acara Ramadhan di televisi terlihat dari upaya menonjolkan sosok waria atau manusia idiot menjadi tokoh utama dalam sebuah tayangan.

Ranah Iklan

Bahkan demam bencong pun juga masuk ke ranah iklan. Salah satu operator seluer besar di negeri inigiat berdakwah mempopulerkan perbencongan ini. Jargonnya adalah “Kasih deh….” Seolah dalam benak pembuat iklan itu, kartunya akan laku karena para bencong se-Indonesia akan membelinya.

Iklan ini juga telah menjadi kampanye terselubung yang masuk ke alam bawah sadar 200 juta muslim Indonesia, bahwa setidaknya menjadi bencong itu wajar, boleh, manusiawi, dan merupakan hak asasi yang harus dihargai orang lain.

Bencong Betulan

Banyak artis yang merasa dapat rejeki kalau berpenampilan bencong, meski kesehariannya tidak demikian. Tapi jangan lupa, tidak sedikit dari mereka yang memang dalam kesehariannya memang bencong betulan.

Seolah sekarang ini bencong sudah benar-benar diridhai, bukan sekedar lawakan lucu-lucuan, tetapi sudah dianggap sah, diakui hak-hak asasinya, dan dianggap sebagai kodrat dan takdir dari Allah. Naudzubillah.

Para Bencong Bersatu

Kita bisa menggigil kalau melihat bagaimana para bencong sudah merajalela di negeri ini. Dan mereka pun bersatu, saling bela dan saling dukung sesama penganut kebatilan. Mereka punya komunitas, bahkan punya oraganisasi serta rajin berbagi job.

Pendeknya, era ini adalah era para bencong merajalela. Era di mana para ulama sudah hampir tidak terdengar suaranya, khususnya urusan perbencongan ini.

Di tahun 80-an, Buya Hamka ketika menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia pernah mengharamkan operasi ganti kelamin, karena para bencong sering melakukannya. Namun sampai hari ini, kami belum mendapat fatwa baru yang mengharamkan berpenampilan bencong, terutama terkait dengan maraknya kemunculan para bencong di layar TV. Padahal layar TV itu dipirsa oleh anak-anak dalam jumlah berjuta. Lalu mau dibawa ke mana anak-anak itu?

Himbauan

Maka kami himbau kepada MUI untuk mengeluarkan fatwa haramnya mencari nafkah dengan menjadi bencong, baik di layar TV sebagai pelawak, penyanyi, artis, penghibur, atau pun sebagai pelacur di pinggir jalan.

Mengingat dalam hukum Islam, menjadi benco
ng atau berpenampilan waria hukumannya dari Allah sangat berat. Dan dari sisi hukum dunia, mereka bisa dihukum mati atau diasingkan.

Kepada teman-teman para da’i, mohon lebih sering diangkat tema anti bencong, karena sekarang ini bencong sudah menjadi penyakit besar. Harus ada kekuatan bersama untuk menolak keberadaan bencong, baik di TV atau tempat-tempat yang sekiranya akan merusak moral umat.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

****diambil dari email seorang teman bernama Tri-m****

Stand up for love….Destiny’s Child

****
Inget anak2 di seluruh Indonesia yang Gizi Buruk dan Busung Lapar..
Inget Bocah2 palestin yang kehilangan orang tuanya…
Inget anak2 jalanan yang musti kerja dilapangan demi ‘Bos’ nya…
Inget semua kesulitan yang pernah aku alamin…
I’ll stand up..
we’ll get trough these, bro and sist..
Coz Allah always be with us..
STAND UP!!!
*****

There are times I find it’s hard to sleep at night
We are living through such troubled times
And every child that reaches out for someone to hold
For one moment they become my own

And how can I pretend that I don’t know
what’s going on?
When every second, and every minute another soul is gone?
And I believe
that in my life I will see
an end to hopelessness,
of giving up,
of suffering

If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand Up for love.

So how can I pretend that I don’t know
what’s going on?
When every second, of every minute another soul
that things are gonna change, so how can i pretend that i don’t know what’s going on? when every second with every minute another soul is gone, And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness,
of giving up,
of suffering

If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up for love

And it all starts right here
And starts right now
One person stands up man and the rest will follow
For all the forgotten, for all the unloved
I’m gonna sing this song

And I believe
that in my life I will see
an end to hopelessness,
of giving up,
of suffering

If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up and sing
Stand up for love
for love
for love

My First Job

Selasa sore itu, hari pertama masuk kerja setelah ‘liburan panjang’
Sengaja TengBur buat ngejaga kondisi badan…
As ussual, i turn on the radio..
udah lama ga dengerin Drive and Jive…
dan pas muter pas hadirnya seorang Rene Suhardono..
Oia, khan pas waktunya Carrier Coach nih..

Ternyata topik hari itu adalah MY FIRST JOB..
pembahasan yang dipaparkan Rene adalah hambatan2 sebagai Fresh Graduate
Salah satunya adalah adanya ketidak pedean dengan tidak ada nya pengalaman kerja, padahal di salah satu requirementnya membutuhkan pengalaman..
lingkaran setannya: to have a job->i need an experience->to have an aexperience->i need a job
itu pola pikir umumnnya..
padahal experience disini belum tentu pengalaman di lapangan pekerjaan yang sebenarnya..
Bisa aja ketika kita berorganisasi, jadi panitia suatu acara, atau bahkan hanya jadi pengurus arisan di kost2n..(wekekekekekek)
Pengalaman mengatasi kesulitan dikehidupan sehari2, menghadapi banyak orang dan menyatukan tujuan, dll…
Ini mustinya yang dijadikan pegangan untuk fresh garduate supaya mereka ga minder untuk melamar pekerjaan..

Dan adanya strereotipe di pekerjaan pertama itu…
“digaji brp pun, gpp deh…yag penting cari pengalaman”
“diperusahaan mana pun, mau kecil ataupun besar, gpp deh, yang penting ada kerjaan”
“sesuai sama background pendidikan ataupun tidak, yang penting punya penghasilan”
dll

Disamping pembahasan tersebut, hardrockers diajak berinteraksi untuk bercerita ttg pekerjaan pertama yang mereka dapat…
was it good, or was it bad?

Dan aku pun teringat saat2 baru lulus..
Wisuda Mei2005, setelah tinggal di yogya sampai bulan Juli (karena banyaknya perusahaan yang langsung recruitment ke kampus), akhirnya memutuskan untuk kembali ke jakarta dan berjuang disana…

Sampai harus bolak-balik ke Yogya, ke Surabaya, September2007 dapat posisi sbg Buyer di salah satu perusahaan Music Electronic di Cibitung..
Gaji cuma 1juta, plus jemputan yang jaraknya cm 10menit-Rp 1500 dari rumah, plus tambahan uang transport dan makan siang gratis di kantin..

Well, secara financial sangat tidak mendukung memang…
Apalagi melihat banyaknya teman2 seangkatan mendapat gaji pertama mereka bahkan sampai 3kali lipat gaji ku..
Segala macam kekurangan begitu terasa saat menjalaninya selama satu tahun dua bulan..
Mungkin karena awalnya hanya memikirkan gaji yang tidak stimpal dengan beban pekerjaan yang diberikan..
Overload underpaid kalo kata Cinta Laura kali yaaa…
hehehehehe

Tapi saat ingin mengetik sms ke HradRock..
I sincerely want to say it was GREAT!!!!
Diskusi2 seru sama Mas Toto, the greatest supervisor i ever had..
Mungkin karena kita sama kuliah di Yogya, di jurusan yang sama walau beda Univ, kita punya banyak kesamaan visi..
Mungkin juga karena secara fisik dan karakter, Mas Toto mirip sama Mas Wahyu, kakak pertamaku..
He’s a very supportive superior…

Dari training2 awal, cara berkomunikasi di email dan telpon dengan suppliers, nego unit price sampe maksa delivery pake airfreight under suppliers cost (wexxx, mas toto jado nya nihhh)..
Dari cara memberikan kartu nama ketika bertemu dengan eksternal source, cara merayu produksi untuk memutar2 planning sesuai keadaan supply material, sampai ngejar2 material masuk dan membawa langsung dari receiving area ke lantai produksi..
Dari cara meredam emosi saat kita disalahkan pihak lain sampai ikutan mendukung saat protes ke Manager yang paling nyebelin sedunia…
Dari cara dia memberitahukan kesalahan dan membantu kita belajar untuk mengkoreksinya, sampai membela saat kita disalahkan…

Belum lagi dukungan dan bantuan Mba Endang…yang sabar banget ngecek segala ketelodaran dan ketidaktelitian…
Trus ada nya Ayu, Rima and Ancheu..My partners in crime..
Dari mulai senam taisho gila2n sampe ngeledekin Mas Toto sampe mukanya merah..
huehehehehehehe…missing you, girls...a lot…

Banyak banget ternyata yang didapat..
Karena PMA jepang, disiplin sangat diperlukan..SOP musti dan harus dijalankan..
walo pun banyak ketidaksesuaian, at least ada hitam d
i atas putih yang harus dijalankan..

Sebusuk apapun peraturan yang ada, sampai berasa kayak dipenjara..apalagi adanya bel jam kerja, istirahat dan jam pulang…, tapi sangat kerasa manfaatnya di kantor sekarang..

Cara menahan emosi, cara menolak beban kerja yang berlebihan, sampai mengkritik atasan..
Merayu sampai marah2in suppliers..
Defense saat kita dipojokkan oleh dept lain
(stop line 2minggu!!!!!wohohohohoho…)

Jumpalitan ngecek actual stock dan kejar2n dengan schedule produksi
Follow up NG stocks, ROHS issue..phuihhhh…

Semua itu sungguh menjadi bahan sumpah serapah saat aku masih menjalaninya…

Sekarang, setelah dua kali pindah kerja,
It all worth it…
semua yang didapat disana, sangat ‘terpakai’ di pekerjaan yang sekarang…

Aku sungguh bersyukur bisa berada disana satu tahun dua bulan…
Dengan rekan2 satu dept yang menyenangkan..walo sempat terjadi konflik…
Rasa kekeluargaannya…
Belum lagi support dari Ekspatriatnya..
(wohohohohohoo…bukan karena DGM yang cukup cute lhooo hehehehe)


I do learn a lot from MY FIRST JOB…
and i’m very greatfull for that…

Entah mengapa terlalu banyak keluhan yang aku lontarkan selama satu tahun dua bulan itu..
Mungkin karena aku baru bisa melipat dan menyimpulkan semua nya dari perspektif yang berbeda sekarang…

Dan entah mengapa, setelah memikirkannya, aku jadi lebih sedikit mengeluh…dan semakin bersemangat…
Alhamdulillah…InsyaaAllah tetap terjaga semangatnya…
Ihrish, dhee!!!!!