memaafkan ketika mampu untuk membalas dendam

Jumat siang…
udah kenyang…
lagi asik liat email2 lama…
lagi bengong2 mikirin to do list on monday..
(padahal hari jum’at nya ajah belum kelar…)

tiba2 pintu ruangan kebuka…
tiga cowok tampan masuk (huehuehuee….bos dan rekans…plis jangan GR..im just trying to be polite down here..hehehehe)
Mas Ferry tiba2 nyamperin sambil ngasih selebaran dakwah yang biasanya emang dibagiin kalo Jum’at di Mesjid..
“gurls..buat kalian niy…dibaca yah…”
dan head title nya dengan jelas memperlihatkan….
“memaafkan ketika mampu membalas dendam”

hhhhhh…..
membaca judulnya saja sudah membuat aku menarik nafas panjang…
masih berapa banyak dendam yang masih ku simpan?
masih berapa banyak maaf yang pelit kulepas…??

Aku pun hanya terpaku sampai pada judul…
ingin membaca lebih lanjut tapi rasanya beraaat..

and then, datanglah bejibun tasks dari email..

selebaran itu pun terbengkalai…

Advertisements

4 thoughts on “memaafkan ketika mampu untuk membalas dendam

  1. yg ringan itu memaafkan di mulut, tp yg berat adalah di hati.sedangkan memaafkan di mulut saja tanpa ketulusan cuma akan menimbun persoalan. rugi di kitanya malah.tapi beneran nih dhee, menyimpan marah itu gak baik. kaki dan tangan kita bakal terbelenggu oleh masa lalu…tapi begitu kita melepaskan diri dari belenggu dengan menghapus marah. plong rasanya [tapi tetep, yg namanya hutang mah mesti dibayar dulu yah ..:))]hehe.. ini pengalaman sendiri sebenernya. :d

  2. hehehe, baru aja selesai baca isinya..sebetulnya ga perlu disharing isinya apa, kita bisa menangkap dari judulnya khan?masalah bagaimana cara nya, tergantung dari kepribadian masing2..kesimpulannya, untuk dapat bisa memaafkan dengan ikhlas sepenuhnya,kembali pada ketakwaan kita kepada Allah..kembali pada keikhlasan kita pada apa yang sudah digariskanNya..kembali pada berbaik sangka kepada Allah..ga gampang, emang..di mulut pun kadang sulit diucapkan, lho..apalagi bener2 ikhlas di hati dan pikiran..bener, menyimpan dendam itu ga bagus banget..menggerogoti diri sendiri…(ini juga pengalaman pribadi..hehehe)amarah yang ada bikin kita frustasi sendirian..pelan-pelan deh..dicoba..kembali pada ikhlas karena Allah…aku juga masih belajar kok..so,mari tetap belajar, temans…ihsibr…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s