hanya ingin beristirahat

Ini bukan selamat tinggal, katanya..

Aku hanya perlu menyandarkan kepala sebentar


Disini bukan tujuan terakhirku, dia bilang

Aku hanya perlu menghela nafas sebentar


Mengerti bahwa kau telah lama menunggu,

Tapi lihatlah dia, basah kuyup dibawah hujan..

Kegirangan hanya karena rintik-rintik yang menyentuh kulitnya..

Dan cobalah kau lihat ketika ia sedang bercermin,

Ia menangis..


Penantian yang teramat lama untukmu, memang..

Tapi coba biarkanlah ia sendiri..

walau hanya sebentar…

Ketika dia kembali, kupastikan kau akan mendengar nyanyian merdu dari wajahnya yang tersenyum..tulus..

walau mungkin, bukan untukmu…

—written on October 10, 2007–

Advertisements

Tuhan Sembilan Senti

Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’IM sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah, ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,
di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang
bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta API
penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau
penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda
andong minta diajari pula merokok

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi
tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok

Rokok telah menjadi dewa, berhala, Tuhan baru, diam-diam menguasai kita

Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di
restoran, di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika
melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan
HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok, di kantor atau
di stopan bus, kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok

Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-‘ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’IM sangat ramah bagi orang
perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok

Rokok telah menjadi dewa, berhala, Tuhan baru, diam-diam menguasai kita

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang
rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan.

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
Dan ada yang mulai terbatuk-batuk

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120
orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang
bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud
untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan API dan sesajen asap tuhan-tuhan ini

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

memaafkan ketika mampu untuk membalas dendam

Jumat siang…
udah kenyang…
lagi asik liat email2 lama…
lagi bengong2 mikirin to do list on monday..
(padahal hari jum’at nya ajah belum kelar…)

tiba2 pintu ruangan kebuka…
tiga cowok tampan masuk (huehuehuee….bos dan rekans…plis jangan GR..im just trying to be polite down here..hehehehe)
Mas Ferry tiba2 nyamperin sambil ngasih selebaran dakwah yang biasanya emang dibagiin kalo Jum’at di Mesjid..
“gurls..buat kalian niy…dibaca yah…”
dan head title nya dengan jelas memperlihatkan….
“memaafkan ketika mampu membalas dendam”

hhhhhh…..
membaca judulnya saja sudah membuat aku menarik nafas panjang…
masih berapa banyak dendam yang masih ku simpan?
masih berapa banyak maaf yang pelit kulepas…??

Aku pun hanya terpaku sampai pada judul…
ingin membaca lebih lanjut tapi rasanya beraaat..

and then, datanglah bejibun tasks dari email..

selebaran itu pun terbengkalai…

wise words?

I do not know if someone wise had ever said this line..
(maklum..kurang baca buku, hehehehe)

but what i’ve felt for my 25 years, is

“the best competition is not when you against anyone else, but its you against your self”

so keep on struggling, do your best to be better each and every day..
(look whose talking???hehehehehe)

Taman Kuliner

mirip futfest di Kemang, tapi lebih sederhana, maklum…letaknya di Jakarta Timur..
nyerempet bekasi pula..
hehehehehehe..
Paling Maknyus tuh Nasi Bebek Tunjungan..bebek pedesnya nuampooooll….
melipir dikit ada burger2n..pizza mie nya tampak menyenangkan, walo belum pernah coba..rada kesituan dikit ada masakan jawa (lupa nama nya apa..)
Pecel madiunnya juga pueddesssh banget..
rada kedepan ada Roti Bakar Edi..ini mah ga usah diceritain yak.. sebelahnya ada Sishaa..lah, ini belum berani coba…taruma asap rokok terlalukuat, hehehe
agak kepleset, disebelahnya ada counter Ice Cream, trus bento2n, Red Crispy..
Ditengah2 ada meja bulet bunder2 yang langsung kelangit..plus layar tivi kabel..
lumayan betah lah buat ngubrul2 bareng temen2 lama..

whuaaaaatttttt?? part3

Sabtu siang..sekitar jam satu…

dah puas duduk2 bentar di mediatheque..nonton berita nganggo boso perancis..

lahdalah..aku cuma bisa cengar cengir…ga satu pun yang aku ngerti..

kecuali pas ramalan cuaca..wong ada gambarnya..

hehehehe

udah selesai isi formulir, astaghfirullah…pas foto ketinggalan..yah, gagal lagi deh bikin kartu perpus..kapan bisa pinjemnya niy…

uhmm..oia,ke XL centre aja ah…mo minta disetting GPRS, abisnya setting lwt sms kok failed terus yaaaa?

iseng2 cek…eh, dah bisa dink…dah keburu nae bajaj niy (nunggu NE2 lama, iem..apa gara2 dia bis bekas jepun yah..dah turun mesin gitu, maksutnya..hehehe)…mampir Arion dulu ah..

Laper..pengen makan ayam goreng garing (friedchicken-red)

mampir KFC ah…rame bener niy..kok banyak bocah pake seragam TK wira-wiri yah..?

hummmm, kayaknya abis lomba deh, soalnya ada satu dari orang tua murid (atau bu guru?) bawa2 piala…

di seragamnya yang berwarna kuning ijo, tertulis TK AISYIAH, jakarta timur..

lagi asik2 cek email di HP, eh ada satu mba ambil bangku di meja depan..

menaruh satu nampan berisi dua piring, dua ayam, dua nasi..

that’s it..minumnya mana yah?tahan banget kalo ga pake minum..

then another mba dateng menemani si mba yang pertama..

dan mereka belum duduk sama sekali..masih berdiri, padahal mejanya kosong..

ternyata mba yang baru datang dari supermarket di sebelah, dan membawa satu botol air mineral 600ml dan satu botol minuman isotonik, juga 600ml..

lalu dengan santainya mba yang pertama membuka tutup botol air mineral dan meminumnnya..masih dengan keadaan sambil berdiri..

tiba2 ada satu anak yang baru aja seliweran, memanggil teman2nya..sekitar tiga-empat orang…sambil nunjuk2 mba yang pertama tadi..

si mba bingung, “kenapa, Dek?”

mereka pun kompak tertawa…yang satu menjawab,”kata ibu guru, ga boleh minum sambil berdiri, nanti sama aja dengan kuda..mba kuda yaaa?”

dan mereka pun kembali berlarian…

hihihihihihihihihi